Roller Coaster di Pinggir Tebing

Saya sudah pernah cerita, kan, kalau saya adalah penggemar roller coaster. Orang bilangnya adrenaline junkie, namun saya belum bisa dibilang adrenaline junkie karena belum pernah mencoba bungee jumping dan permainan penciut nyali lainnya kecuali roller coaster dan sejenisnya.

Kali ini yang saya coba judulnya Hair Raiser, dapat ditemukan di Ocean Park Hongkong. Walaupun terletak di Hongkong, Hair Raiser adalah buatan Bolliger and Mabillard, perusahaan yang biasa menyuplai roller coaster di seluruh penjuru bumi termasuk di antaranya Krake yang ada di Heide Park atau beberapa yang ada di Six Flags Park di Amerika dan mempunyai kantor pusat di Swiss. Hair Raiser tingginya 35 meter (ah cemen), dengan kecepatan sampai dengan 88kph dan mempunyai 4 inversion atau diterbalikkan selama 4x. Dengan melihat spesifikasi tersebut tentunya kalah jauh dibandingkan Fujiyama yang 79 meter ataupun Dodonpa yang kecepatannya hingga 179kph dalam 1.8 detik saja, jadinya saya cengar-cengir saja waktu naik itu.

Hair Raiser adalah floorless coaster yang artinya tanpa pijakan namun bukan inverted coaster yang rel-nya ada di atas, floorless coaster rel-nya ada di bawah tapi keretanya tidak ada pijakan. Panjangnya 850 meter dengan waktu tempuh sedikit kurang dari 2 menit. Tidak lama dan tidak tinggi pula, namun yang saya sukai adalah roller coaster ini dipasang di pinggir tebing dengan pemandangan yang langsung ke laut selatan Hongkong.

IMG_6815

Front seat, 2nd to left, the one who rise the hand, that’s me🙂

Begitu naik, kita akan diikat dengan pengaman yang dari atas, bukan yg seperti Eejanaika, dengan tambahan sabuk pengaman yang mengikat besi pengaman dan kursinya. Setelah itu lantai akan hilang dan kereta siap dijalankan. Begitu keluar dari stasiun, track akan sedikit berbelok ke kiri untuk mulai naik untuk first drop. Seperti roller coaster buatan B&M lainnya, Hair Raiser juga punya pre-drop baru dilanjut dengan first drop. First drop-nya juga tidak terlalu tinggi, dengan tangan yang sudah di atas, saya pasrah dengan first drop yang langsung dihajar dengan loop seperti yang ada di dufan, lalu dilanjutkan dengan dive loop lalu ada hill dengan airtime yang saya suka yang ada speedcam-nya tempat kita difoto. Di akhir perjalanan, disuguhkan dengan pemandangan yang indah, yang memang kebetulan saat itu Hong Kong lagi cerah-cerahnya, jarang-jarang kan Hong Kong bisa cerah.

Hair Raiser cukup menyenangkan. Saya sampai naik 5x karena ingin merasakan setiap lekuk dari rel-nya, yang kedua kali terakhir berhasil mengajak si adik perempuan sampai naik 2x, karena katanya “Iya ini mah ga ada apa-apanya dibandingin Dodonpa.” Namun dibandingkan dengan Hair Raiser, ada roller coaster yang membuat saya ternganga-nganga lagi, di Ocean Park ini, namanya Wild West Mine Train.

Wild West Mine Train tidak tinggi, tidak ada pula inversion yang heboh. Yang membuat saya ternganga ada pemandangannya yang, sejujurnya saya belum pernah menemukan roller coaster dengan pemandangan seindah itu. Dulu Colossos hanya melihat sekitar Soltau yang gersang, Eejanaika atau pun Fujiyama pun cuma bisa melihat gunung fuji dari jauh, tapi Mine Train adalah satu-satunya roller coasternya yang membuat saya fokus pada pemandangannya, bukan ride-nya sendiri. Bukan artinya saya tidak suka dengan ride-nya, yang memang juga menyenangkan, pemandangan yang indah itu membuat ride-nya jadi sangat berkesan.

Menurut roller coaster database, Mine Train dibuat oleh Zamperla, sebuah pabrikan dari Italia. Tidak terlalu terkenal, tapi saya berterima kasih dengan desainnya yang sangat kreatif untuk membuat roller coaster di jurang dengan memanfaatkan kontur bukit dan tanah Hong Kong yang sepertinya lebih banyak karangnya. Panjangnya 700 meter, dengan durasi sedikit lebih dari 2 menit. Bentuk keretanya dibuat seperti kereta tambang dengan abrest saja. Tidak apa, waktu naik Colossos pun juga cuma ada abrest. Kereta pertama hanya ada 2 seat saja, karena depannya ada kepala lokomotif yang menutupi, sedikit disayangkan karena menghalangi pemandangan.

Begitu keluar dari stasiun, kereta langsung naik untuk first drop. Ketika naik untuk yang kedua kalinya, di rel sebelum first drop, ada burung elang yang songongnya nongkrong hingga kurang dari semeter kereta mau menabrak, burung itu baru terbang. Saya dan adik-adik sedikit panik, takut kalau burung tersebut akan terlindas kereta. First drop-nya lumayan, ada airtime ketika naik untuk muter-muter di dome lalu ada hill lagi yang membuat airtime untuk kedua kalinya sembari miring ke kiri. Jadinya kalau kamu duduk di sebelah kiri, mungkin akan sedikit takut akan jatuh ke jurang di bawahnya. Namun fear not, my fellow roller coaster junkie, setelah hill itu akan ada drop lagi yang langsung mengembalikan posisi duduk ke semua lagi. Di akhir perjalanan, sebelum brake, akan ada speedcam jadi jangan lupa bergaya.

Sebenarnya ada 2 lagi roller coaster di Ocean Park, namanya Dragon dan Arctic Blast. Kalau katanya Dragon adalah yang terbesar di Hong Kong, saya secara pribadi tidak suka. Entah yang membuat siapa, namun pengamannya tidak firm di badan saya, atau mungkin saya yang terlalu kecil dan perjalanannya yang membuat pusing. Sedikit ingat dengan Halilintar yang sama membuat pusing, namun yang ini membuat kepala saya terpental ke kanan dan kiri sehingga waktu turun saya memutuskan itu adalah roller coaster paling buruk yang pernah saya naiki. Kalau yang Arctic Blast, dapat disamakan dengan roller coaster berbentuk kepik yang ada di Dufan. Tidak tinggi dan setiap perjalanan ada 2 putaran. Lumayan sebagai iseng-iseng atau memang kamu sangat pemula.

Menurut opini saya, warga Hong Kong dan sekitarnya sepertinya tidak terlalu suka hal yang menantang. Buktinya ketika theme park sudah mau tutup, sama sekali tidak ada antrian di Hair Raiser yang membuat saya ingin tetap duduk di kereta kalau saja saya bisa berbahasa kanton. Jika ada kesempatan ke Ocean Park, saya sarankan untuk naik Mine Train dan Hair Raiser. Untuk saya, perjalanan mencari roller coaster selanjutnya mungkin ke tanah eropa karena sudah lama saya mengincar Silver Star. Atau ada yang mau ke Jepang lagi? Saya dengan senang hati ingin naik Steel Dragon 2000 yang konon katanya terpanjang di dunia.

 

One thought on “Roller Coaster di Pinggir Tebing

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s