Ant-Man, Superhero Marvel Baru yang Nanti Ada di Civil War

Dari minggu lalu mau tulis ulasannya Ant-Man tapi gagal terus. Sudah basi? Biar lah, karena saya sempat kesal karena belum berhasil nonton Terminator dan ternyata filmnya sudah tidak ditayangkan di bioskop langganan. Terpaksa lah saya harus menunggu hasil rip-nya beredar.

background

Sejujurnya saya tidak punya ekspektasi tinggi pada Ant-Man setelah saya menonton sekuelnya Avengers kemarin. Bagi saya film Marvel ceritanya jadi begitu-begitu saja, yang menarik hanya bagaimana film ini nantinya akan menjadi sebuah perkenalan akan film besar selanjutnya. Seperti Ant-Man yang merupakan perkenalan tokoh untuk nanti sekuel selanjutnya Avengers yang diberi sub-judul, Civil War dimana secara singkatnya, akan terjadi perseteruan antara Iron Man dan Captain America.

Ant-Man adalah hero yang mempunyai ukuran tubuh sebesar semut, dapat berteman dan mengomandoi sekompi semut dan mempunyai kekuatan yang sangat besar. Sedikit penjelasan ilmiah diterangkan dalam film ini dimana ketika manusia dikecilkan, maka harusnya ada manipulasi unsur kimia, mirip dengan teori teleportasi. Juga ketika dikecilkan, tenaga manusia tidak serta merta berkurang sehingga dengan tubuh sekecil itu jadi mempunyai tenaga berlipat-lipat. Atau kurang lebih seperti itu penjelasannya, saya juga kurang faham. Namun, hal tersebut membuat film menjadi dapat diterima logika, cukup menyenangkan.

Mengenai jalan cerita, apa lah yang dapat diharapkan dari sebuat film superhero. Pasti ada penjahatnya dan pasti jagoannya menang, entah di tengah cerita jagoannya kalah duluan atau tidak. Agar tidak terlalu monoton, di dalam cerita ditambahkan unsur komedi. Berhasil? Menurut saya iya, walaupun adik saya dapat menebak apa yang terjadi selanjutnya tapi unsur komedi ini berhasil membuat film tidak terasa monoton. Yang saya sukai dari film ini adalah keterlibatan Falcon di tengah cerita sehingga mengkonfirmasi adanya keterlibatan Ant-Man nanti di Civil War. Walaupun sebagai cameo, adegan dengan Falcon cukup mencuri perhatian. Ketika Ant-Man disuruh mengambil alat buatan Howard Stark di sebuah gudang Stark yang konon kabarnya sudah tidak terpakai ternyata gudang itu sudah dijadikan markas baru Avengers setelah hancurnya tower Avengers dan dijaga oleh Falcon.

Sisa komponen film lainnya terasa sama saja dengan film-film keluaran Marvel sebelumnya. Efek animasi yang memang sudah bagus, yang juga–seperti biasa–didukung oleh tim animasi yang kecil-kecil untuk membuat satu bagian dari film yang namanya tidak habis dipajang dalam kredit film yang makin panjang saja. Mengenai ending setelah kredit, bukan Marvel namanya kalau tidak ada yang hadir setelah kredit. Awalnya saya sangsi untuk menunggu sampai kredit paling akhir karena di film Marvel yang terakhir, Age of Ultron, tidak ada ending setelah kredit yang panjang itu. Namun orang sabar belum pasti kesal, ternyata ada ending rahasia kedua yang buat saya sejuta kali lebih penting dari keseluruhan film. Saya tidak akan membocorkan di sini, namun yang pasti ending ini sangat berhubungan dengan Civil War.

Mengenai nilai, 7/10 mungkin cukup kali ya. Sepertinya saya sudah mulai bosan dengan hype superhero yang ada di mana-mana ini. Mungkin memang lagi jamannya reboot film seperti Terminator, Mad Max atau Mission Impossible. Film ini bisa direkomendasikan untuk penggemar komik Marvel sebelum nanti datangnya DC Comics dengan Suicide Squad dengan versi Joker yang psikopat. Untuk movie geek seperti saya, bisa sebagai alternatif setelah sebulanan lebih penuh dengan film jepang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s