Kung Fury: 30 Menit yang Sangat Menghibur

kung-fury-poster-20150421-resizedBingung akhir pekan ini mau ngapain? Coba nonton Kung Fury, tersedia gratis dan online di Youtube. Cuma 30 menit saja, tidak akan sia-sia, dan tidak sampai menghabiskan umur seperti nonton Transformers. Kung Fury adalah film pendek karya sutradara Swedia yang tidak tahu apa-apa tentang kungfu dan berlatar belakang di tahun 80an. Film ini saya temukan ketika sedang blogwalking di blog-blog film langganan justru ketika sedang melihat review tentang Yakuza Apocalypse yang minggu lalu ditayangkan di Festival Film Cannes. Pertama kali cukup menarik perhatian saya karena hype-nya begitu hebat, sebuah film yang nongol untuk ditonton gratisan di youtube, dengan pemutaran perdana pada dua hari yang lalu di sesi Directors Fortnight di Cannes. Terdengar menjanjikan. Tidak pakai pikir panjang, saya langsung menonton filmnya.

********* SPOILER ALERT ***************

Apa yang saya temukan pada menit pertama adalah film yang cocoknya tayang di tahun 80an, dengan musik khas nintendo, dandanan dengan ikat kepala dan segala ke-lebay-an bahwa mobil polisi dapat terlempar setelah diungkit dengan skateboard dan dingdong yang berubah jadi robot–yang menurut saya masih lebih berkarakter daripada robot-robot di Transformers. Namun anehnya, saya dapat menerima semua ke-lebay-an ini dan justru menyukainya. Setelah itu, lalu dikenalkanlah kita pada jagoan sekaligus tokoh utama kita yang bernama Kung Fury.

Di film ini diceritakan bagaimana Kung Fury mendapatkan kemampuannya itu; tersambar petir dan digigit ular kobra. Apa hubungannya dengan kungfu, tidak ada, tapi entah kenapa lagi-lagi hal itu dapat diterima nalar saya. Karena satu dan lain hal, Kung Fury harus kembali ke masa lalu, dengan bantuan seorang hacker tercanggih pada masanya, untuk melawan Hitler yang disebut sebagai Kung Fuhrer. Lalu pada bagian ini saya tertawa sampai berguling-guling.

K.U.N.G F.U.H.R.E.R.

DAPET IDE DARI MANA NAMA KUNG FUHRER ITU?

BRILIAN. Kung-Fury

Tapi menurut saya masih lebih brilian lagi dengan ide meretas waktu dengan modal komputer tercanggih pada jamannya, tahun 80an. Disitu saya melihat PC, atau pada saat itu disebut mainframe, dengan postur yang masih gendut-gendut. Baguslah tidak disebut bahwa PC itu produksi IBM, karena pada saat proses meretas waktu, ternyata terjadi error yang membuat Kung Fury terlempar jauh ke jaman dinosaurus dimana dia bertemu dengan wanita barbarian. Jadi yang mana yang salah? PC atau penggunanya? Singkat cerita, Kung Fury berhasil kembali ke jaman Hitler dan akhirnya terjadi pertarungan seru antara Kung Fury dengan pengikut Hitler yang disajikan dalam bentuk dua dimensi. Saya ulangi, DUA DIMENSI. Inilah yang menurut saya hal paling brilian diantara semua hal 80an yang tersaji di film ini.

Pernah main nintendo? Pernah main nintendo dengan games yang mengharuskan si jagoan berkelahi satu-satu dengan banyak musuh? Kalau Anda ingat-ingat bagaimana tampilan gambar pada saat itu, pastinya si jagoan berkelahi dengan musuh yang datang dari depan dan belakangnya, dan sebagai latar belakang banyak musuh yang rusuh namun tidak ada satu pun yang mendekati si jagoan dari samping. Latar belakang dibuat dengan gerakan sama yang diulang-ulang seperti game Mario Bros yang menggunakan template sama untuk gambar semak dan awan. Sekarang sudah terbayang? Nah, adegan Kung Fury melawan seluruh pengikut Hitler terjadi persis seperti itu. KURANG TAHUN 80AN APA LAGI DARI FILM INI?

Lalu karena kewalahan, akhirnya datang bala bantuan, yang menurut saya mirip dengan persatuan pahlawan super untuk mengentaskan kejahatan di muka bumi ini. Jika di tahun 80an sudah ada film semacam Avengers, maka bala bantuan ini dapat dikatakan mirip dengan itu. Atau memang mengingatkan saya pada Avengers, lengkap dengan ketika Hitler terpalu ke dalam tanah, dengan palu-nya Thor, mendadak saya jadi ingat dengan Loki yang ditanam Hulk. Seperti semua film di masanya, jagoan selalu menang dan film berakhir menggantung yang terasa membutuhkan sekuel.

Memang filmnya norak, cheesy, lebay dan segala hal yang mungkin terjadi dari sebuah film yang tayang di tahun 80an, tapi memang itu tujuannya dan film ini dapat menyajikannya dengan sangat baik. Jika film ini tayang di masanya, mungkin bisa mendapatkan penerimaan yang hebat dari penonton di masanya dan mungkin sampai bisa disandingkan dengan film-film action legendaris semacam Rocky atau Rambo. Film ini sangat menghibur dari sisi action yang dihadirkan, walaupun beberapa harus dikategorikan sebagai disturbing dengan adegan kepala pecah atau badan yang terbelah dua. Mungkin film ini terasa salah jaman, tapi bagi saya, film ini justru sempurna karena ditayangkan bukan pada masanya, dimana sekarang RAM komputer dapat mencapai 16GB bahkan untuk komputer rumahan. Dengan kemampuan itu, harusnya kita juga dapat menciptakan portal untuk berpindah jaman, tutorial dapat dilihat di link ini. Dan itu lah yang dibayangkan orang pada tahun 80an mengenai tahun 2000an. Bagi saya ini sempurna.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s