Drama Korea itu Guilty Pleasure

Kenapa guilty pleasure? Karena dulu saya termasuk orang yang membenci segala macam kokoreaan, bahkan termasuk gengsi untuk menonton drama Korea. Sekarang saya merasa karma joget-joget di depan saya sambil bilang: “Makan tuh gengsi!!”

Ada beberapa hal yang membuat saya kurang menyukai drama Korea:
1. Jumlah episode yang terlalu banyak. Jika dibandingkan dengan drama jepang, drama korea mempunyai episode sampai dua kalinya. Minimal 20 episode dan maksimal bisa beratus-ratus seperti Ganteng-ganteng Serigala yang entah telah mencapai episode keberapa. Dengan episode sebanyak itu membuat saya yang gampang bosan menjadi malas untuk menonton.

2. Jalan cerita yang sama. Satu hal yang saya perhatikan dari drama korea adalah kemiripan ceritanya yang selalu berkisar dengan cinta segiempat. Jadi biasanya itu, ada cewe dan cowo yang saling jatuh cinta, lalu entah kenapa cintanya selalu banyak halangannya. Di lain pihak ada wanita lain yang suka dengan si cowo dan biasanya berperilaku seperti rubah atau nenek sihir, lalu ada lelaki lain yang mencintai si cewe dan selalu dijadikan tempat pelarian. Terkadang cerita dibumbui oleh pemeran tambahan seperti keluarga yang super tajir atau super miskin.

3. Model rambut aktor lelaki. Entah apa yang terjadi dengan fashion di korea sana, tapi beberapa tahun terakhir ini seluruh laki-lakinya mempunyai gaya rambut yang mirip, yang disebut oleh seorang teman seperti mangkok. Ya mungkin saja preferensi lelaki saya tidak seperti lelaki korea yang terlihat seperti satu cetakan, preferensi lelaki saya seperti Ikuta Toma dan Eita. Tapi ada beberapa aktor, yang paling tidak gaya rambutnya tidak seperti mangkok, yang cukup saya apresiasi bahkan suka.

Walaupun sekarang saya nonton drama Korea, saya termasuk yang pemilih. Sampai sekarang judul drama korea yang sudah saya tonton mungkin dapat dihitung dengan jari. Pertama kali yang saya tonton adalah Full House, lalu ada Sassy Girl Chun Hyang, dan Boys Before Flower. Film-film tersebut tadi saya tonton sekitar di tahun 2005an. Lalu setahun yang lalu saya mendadak kembali penasaran dengan Gu Jun Pyo (Boys Before Flower) yang diperankan oleh Lee Min Ho, yang membuat saya mengunduh seluruh episode BBF yang berjumlah 26 itu, walaupun nontonnya juga lompat-lompat. Karena penasaran dengan film lain dari Lee Min Ho, akhirnya saya menonton Personal Taste. Jika ada yang memberi ide untuk menonton The Heirs yang konon kabarnya sangat terkenal itu, saya sudah pernah menonton satu episode, namun belum habis episode 1 saya sudah bosan. Bagi saya, The Heirs ceritanya mirip dengan BBF atau apa pun yang saya jabarkan pada alasan nomor 2 tadi. Lalu ketika mencari film Lee Min Ho yang lain, saya tidak dapat menemukan yang cocok dengan selera maka kembali lah saya ke jalan drama Jepang.

Saya termasuk susah mencari drama korea yang sesuai dengan selera. Baru sebulan yang lalu saya menemukan drama korea dengan ide cerita vampir. Kalau kata seorang teman, adegannya mirip dengan sinetron serigala karena banyak yang memakai hoodie. Yo wis, sakarepmu lah, Mas. Namun setelah saya tonton, jalan ceritanya tidak seperti apa yang saya jabarkan sebelumnya dan saya suka karena ada adegan-adegan operasi dan istilah-istilah kedokteran. Di drama ini juga ada adegan action-nya walaupun harus saya akui, saya selalu tertawa melihat adegan berkelahi yang agak berlebihan. Ya pernyataan mirip dengan sinetron serigala itu valid lah.

Sekarang saya kembali nonton drama korea, judulnya Angel Eyes yang masa tayangnya telah selesai dan Orange Marmalade, baru saja tayang, dengan cerita vampir lagi, walaupun yang jadi vampir sekarang yang wanita dan yang ini masih sekolah. Selingan ketika menunggu film-film mulai kembali ditayangkan di bioskop atau menunggu subtitle untuk film Jepang yang sebelumnya telah saya tonton tanpa subtitle. Masih menunggu hadirnya Jurassic World dan berharap Yakuza Apocalypse bisa tayang di Indonesia. Untuk Yakuza Apocalypse, yang main Kang Yayan loh, jadi marilah kita berdoa semoga filmnya ditayangkan di bioskop kesayangan kita. Amin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s