(Masih) Film-Film Takashi Miike

Tadi pagi seorang teman sharing adegan bunuh-bunuhan di gereja yang katanya kena gunting sensor. Tidak sampai lama ketika akhirnya rasa penasaran saya terpuaskan. Sudah lama juga tidak melihat adegan bunuh-bunuhan sedetail itu, akhir-akhir ini rasanya film yang beredar tidak terlalu kreatif dalam menyajikan adegan berkelahi atau bunuh-bunuhan. Tapi disini saya bukan untuk membahas tentang adegan bunuh-bunuhan di gereja itu. Saya ingin membahas tentang film yang barusan saya tonton, Audition. Oiya, bagi yang mau melihat adegannya, bisa ke link ini.

Pernah nonton Ichi The Killer? Sudah? Bagus. Bagi yang sudah mungkin masih ingat adegan Kakihara memotong lidahnya sendiri. Bagi yang belum menonton dan termasuk yang kuat hati dalam menonton adegan sadis, mungkin film Ichi The Killer bisa ditonton sebagai referensi. Bagi saya  sendiri, Ichi The Killer termasuk yang cukup sadis namun saya ternyata masih lebih ngilu ketika menonton Audition.

6319901_gal

Audition (Judul aslinya: Odishon) adalah film yang masuk dalam daftar film yang dapat mengacaubalaukan otak anda (baca: mindfuck). Kalaulah saya belum termasuk jago untuk mencerna film se-absurd Visitor Q, maka untuk film ini lebih mudah untuk dicerna namun berhasil membuat otak saya cukup berantakan. Adegan yang dibuat bagaikan sedang di dalam mimpi namun cukup nyata untuk terjadi di kehidupan sebenarnya, membuat penonton bertanya-tanya apakah hal tersebut mimpi atau bukan.

Audition bercerita tentang seorang duda yang ditinggal mati istrinya dan hidup berdua saja dengan anak laki-lakinya. Duda tersebut berniat untuk menikah kembali dan ketika perusahaannya mengadakan audisi untuk aktris di film yang akan diproduksinya, duda tersebut tertarik dengan seorang wanita. Memang bisa ditebak pasti ada yang tidak beres dengan si wanita tersebut, namun hal itu tidak akan terlihat sampai pada 30 menit terakhir filmnya.

Sebagai sedikit spoiler, ada adegan sadis yang membuat saya ngilu luar biasa. Tidak seperti Ichi The Killer yang semua adegan tersebut terjadi dengan cepat. Adegan ini berlangsung dengan lambat sehingga seperti kita ikut merasakan bagaimana, contohnya, ketika pergelangan kaki kita dipotong dengan seutas kawat. Lengkap dengan bunyi kawat tersebut ketika bergesekan dengan tulang. Rasanya setelah menonton film ini saya harus menonton film Disney untuk mengembalikan keseimbangan otak. Lalu saya kembali mengunduh film Takashi Miike lainnya yang masuk ke dalam daftar Mindfuck Movie, yaitu Gozu. Film ini belum saya tonton. Rencananya nanti saja setelah pikiran saya kembali bersih.

Sebagai intermezzo, saya ingat pada tahun 2015 ini film Yakuza Apocalypse akan dirilis, tepatnya pada tanggal 20 Juni, untuk pemutaran khusus di Jepang. Untuk pemutaran luasnya mari kita bersabar dahulu, untuk sementara saya berhasil menemukan teaser trailernya. Namun namanya juga teaser, tidak banyak yang dapat dilihat, yang saya ingat hanyalah orang dengan kostum kodok yang mengayunkan tongkat baseball.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s