Movie Challenge 2015

Kalau teman saya punya yang namanya Reading Challenge, karena saya masih males-malesan untuk membaca jadinya saya mencari apakah ada Movie Challenge. Ternyata ada dan seperti dibawah ini.

tumblr_ngwum5faB51s26amio1_1280

 

Yang paling susah dari film ini sepertinya bakalan web series. Sejujurnya saya belum pernah menonton web series, model filmnya yang seperti apa juga saya tidak tahu. Untuk tantangan ini tidak terbatas pada bahasa inggris atau indonesia saja, tapi juga bahasa jepang dan korea. Karena saya adalah penonton drama jepang dan korea, untuk tantangan film dengan bahasa lain akan dengan bahasa Perancis, Rusia, Jerman atau lainnya. Sepertinya saya harus membuat tantangan menonton tersendiri untuk film Indonesia. Siapa tahu saya bisa tahan menonton sinetron Ganteng-ganteng Serigala.

Challenge dimulai acak saja ya, dengan film yang kebetulan saya tonton, ya berarti itu masuk di challenge. Sebelumnya saya sih sudah membuat target paling tidak sekitar 50 film untuk tahun ini dengan berbagai kategori. Film yang sudah ditonton, bisa termasuk dalam Challenge ini ya. Biar saya tidak usah mencari judul baru lagi.

Bagi yang mau ikutan, silahkan. Nanti mungkin bisa saling share judul film.

Selamat menonton ­čÖé

Advertisements

(Masih) Film-Film Takashi Miike

Tadi pagi seorang teman sharing adegan bunuh-bunuhan di gereja yang katanya kena gunting sensor. Tidak sampai lama ketika akhirnya rasa penasaran saya terpuaskan. Sudah lama juga tidak melihat adegan bunuh-bunuhan sedetail itu, akhir-akhir ini rasanya film yang beredar tidak terlalu kreatif dalam menyajikan adegan berkelahi atau bunuh-bunuhan. Tapi disini saya bukan untuk membahas tentang adegan bunuh-bunuhan di gereja itu. Saya ingin membahas tentang film yang barusan saya tonton, Audition. Oiya, bagi yang mau melihat adegannya, bisa ke link ini.

Pernah nonton Ichi The Killer? Sudah? Bagus. Bagi yang sudah mungkin masih ingat adegan Kakihara memotong lidahnya sendiri. Bagi yang belum menonton dan termasuk yang kuat hati dalam menonton adegan sadis, mungkin film Ichi The Killer bisa ditonton sebagai referensi. Bagi saya  sendiri, Ichi The Killer termasuk yang cukup sadis namun saya ternyata masih lebih ngilu ketika menonton Audition.

6319901_gal

Audition (Judul aslinya: Odishon) adalah film yang masuk dalam daftar film yang dapat mengacaubalaukan otak anda (baca: mindfuck). Kalaulah saya belum termasuk jago untuk mencerna film se-absurd Visitor Q, maka untuk film ini lebih mudah untuk dicerna namun berhasil membuat otak saya cukup berantakan. Adegan yang dibuat bagaikan sedang di dalam mimpi namun cukup nyata untuk terjadi di kehidupan sebenarnya, membuat penonton bertanya-tanya apakah hal tersebut mimpi atau bukan.

Audition bercerita tentang seorang duda yang ditinggal mati istrinya dan hidup berdua saja dengan anak laki-lakinya. Duda tersebut berniat untuk menikah kembali dan ketika perusahaannya mengadakan audisi untuk aktris di film yang akan diproduksinya, duda tersebut tertarik dengan seorang wanita. Memang bisa ditebak pasti ada yang tidak beres dengan si wanita tersebut, namun hal itu tidak akan terlihat sampai pada 30 menit terakhir filmnya.

Sebagai sedikit spoiler, ada adegan sadis yang membuat saya ngilu luar biasa. Tidak seperti Ichi The Killer yang semua adegan tersebut terjadi dengan cepat. Adegan ini berlangsung dengan lambat sehingga seperti kita ikut merasakan bagaimana, contohnya, ketika pergelangan kaki kita dipotong dengan seutas kawat. Lengkap dengan bunyi kawat tersebut ketika bergesekan dengan tulang. Rasanya setelah menonton film ini saya harus menonton film Disney untuk mengembalikan keseimbangan otak. Lalu saya kembali mengunduh film Takashi Miike lainnya yang masuk ke dalam daftar Mindfuck Movie, yaitu Gozu. Film ini belum saya tonton. Rencananya nanti saja setelah pikiran saya kembali bersih.

Sebagai intermezzo, saya ingat pada tahun 2015 ini film Yakuza Apocalypse akan dirilis, tepatnya pada tanggal 20 Juni, untuk pemutaran khusus di Jepang. Untuk pemutaran luasnya mari kita bersabar dahulu, untuk sementara saya berhasil menemukan teaser trailernya. Namun namanya juga teaser, tidak banyak yang dapat dilihat, yang saya ingat hanyalah orang dengan kostum kodok yang mengayunkan tongkat baseball.

Bloody Week Movie Saga

Mendadak saya kangen menulis blog ini, namun ada rasa malas. Ah, memang saya saja yang galau macam anak ABG. Jadi ceritanya minggu lalu saya sedang dalam mood untuk membunuh. Terdengar seram, tapi itu biasanya terjadi sebulan sekali dimana keadaan hormon tubuh yang sedang kacau balau. Akhirnya untuk sedikit meredakan dan menyelamatkan kucing tetangga dari pembunuhan sadis, maka saya memilih untuk menonton film yang yang penuh dengan darah. Setelah bersemedi dan browsing, akhirnya saya menjatuhkan pilihan pertama pada Ichi The Killer, lalu berlanjut dengan mengunduh film yang masuk dalam daftar 50 Most Disturbing movies, termasuk di antaranya Audition, Visitor Q, dan Kill Bill, specifically Volume 1.

Jika berbicara tentang Kill Bill tentunya yang diingat adalah Quentin Tarantino dan bagaimana film itu akan sulit lolos dari gunting sensor. Kill Bill, terutama volume 1, dipenuhi dengan adegan memotong tubuh orang lengkap dengan semburan darah di mana-mana. Adegan yang perlu diperhatikan adalah ketika The Bride memburu O-ren Ishii. Di adegan ini pertarungan The Bride dengan pengawal O-ren Ishii menghasilkan adegan yang penuh dengan semburan darah dan potongan tubuh orang.

Namun, jika ingin melihat adegan yang super membuat muntah, marilah kita tengok karya Takashi Miike yang berjudul Ichi The Killer. Disebut-sebut sebagai salah satu film yang kontroversial dan dilarang peredarannya karena adegan yang disajikan sangatlah sadis. Kalau mutilasi tubuh orang dengan semburan darah seperti air mancur masih dapat membuat tubuh bergeming, coba dilihat adegan memotong lidah sendiri yang di zoom sampai area mulut saja. Hanya di adegan ini saya sampai menutup mata karena ngilu membayangkan lidah dipotong. Film ini juga saya selesaikan dalam waktu yang lebih lama dari durasi asli filmnya karena beberapa kali terpaksa harus di-pause.

Salahkan Ichi The Killer, karena sejak menonton film tersebut saya hampir menyembah pada film-film Takashi Miike. Setelah browsing kanan-kiri, akhirnya pilihan jatuh pada Visitor Q yang konon kabarnya aneh di luar nalar. Film jepang memang banyak yang alur ceritanya diluar nalar, namun menurut saya Visitor Q sungguh luar biasa. Visitor Q bercerita tentang keluarga disfungsional yang jikalau saya ceritakan di sini menjadi sangat tidak etis. Filmnya sendiri masuk dalam kategori disturbing bukan karena darah yang berceceran dimana-mana, namun dari sisi cerita keluarga disfungsional ini yang menerobos semua tabu di dalam kehidupan bermasyarakat.

Minggu berdarah kemarin ditutup dengan Kingsman The Secret Service yang diluar dugaan saya cukup berdarah. Awalnya saya mengira Kingsman hanyalah film mata-mata semodel James Bond bercampur 21 Jumpt Street dengan rasa Inggris, namun ternyata Kingsman lebih dari itu. Kudengar banyak adegan yang cukup bercucuran darah sehingga harus merasakan tajamnya gunting sensor, namun wajar jika itu syarat jika ingin ditayangkan di jaringan bioskop Indonesia.

Ada satu film lainnya yang belum saya tonton, judulnya Audition. Konon filmnya mendapat review bagus dimana-mana dan dijuluki film Takashi Miike yang sangat patut ditonton. Sejujurnya saya penasaran dengan film ini, mungkin akan segera ditonton setelah saya menyelesaikan Suicide Club.

Di tahun ini saya menunggu Over Your Dead Body dan Yakuza Apocalypse (dua-duanya karya Takashi Miike) yang kemungkinan besar harus saya tunggu dengan sangat bersabar. Untuk Over Your Dead Body, filmnya sudah diputar di Jepang sana, berarti saya harus menunggu salinannya beredar di dunia maya. Khusus untuk Yakuza Apocalypse saya berharap sekali film ini dapat ditayangkan di jaringan bioskop Indonesia karena menampilkan Kang Yayan Ruhian sebagai bintang utama. Berikut adalah trailer untuk Over Your Dead Body, untuk Yakuza Apocalypse, trailernya belum ada dimana-mana, nanti akan saya share jika sudah ada.