Sabar, Kyoto Inferno Baru Awalnya Saja

Playing on iPod: Heartache – ONE OK ROCK.

Di postingan sebelumnya sudah saya kasih tahu kan kalau untuk The Legend Ends, judul soundtracknya adalah Heartache. Lagunya sudah masuk di iPod saya walaupun hanya bentuk rip-an dari soundcloud dari konser mereka di Yokohama Stadium.kenshin201

Sabar. Itu yang saya bilang ke diri saya sekarang ini sampai nanti The Legend Ends ditayangkan di bioskop Indonesia. Juga ketika saya berteriak ketika film habis disaat Seijuuro Hiko menggotong Kenshin yang terdampar di pinggir pantai. Saya adalah penggemar berat Rurouni Kenshin. Dimulai dari film tersebut ditayangkan di salah satu stasiun televisi ketika saya masih SMP, sepertinya kelas 1, mungkin sekitar tahun 2000. Semenjak itu dan sampai sekarang saya tergila-gila dengan segala hal yang berhubungan dengan samurai. Juga karena film ini saya mengenal L’Arc~en~Ciel. Ternyata kalau saya pikir-pikir, banyak hal di hidup saya yang bermula dari film ini. Masih jelas di ingatan saya ketika saya melarikan diri untuk bolos bimbingan belajar UAN SMP demi menonton Kenshin ketika akan berhadapan dengan Shishio. Saya juga masih ingat menangis tatkala menonton adegan kunang-kunang yang menurut saya sangat legendaris itu. Akses internet yang waktu itu masih terbatas membuat saya harus puas dengan rekaman lagu It’s Gonna Rain yang tercampur dengan suara yang aneh-aneh. Dan ketika bersabar mengumpulkan komiknya satu demi satu demi melihat kelanjutan film-nya yang terputus penayangannya di tengah jalan.

Tak bisa saya percaya sewaktu dua tahun lalu trailer untuk filmnya yang pertama, Meiji Kenkaku Romantan, saya temukan di youtube. Berharap ada distributor film yang berbaik hati untuk membawa filmnya untuk ditayangkan di Indonesia, namun t  ernyata saya harus bersabar menunggu filmnya tersedia di dunia maya. Lalu ternyata untuk yang sekarang saya lebih beruntung, sekuelnya yang berjudul Kyoto Inferno akhirnya ditayangkan di salah satu jaringan bioskop Indonesia. Memang sebulan lebih lama dari tanggal aslinya yang di Jepang, tapi tidak mengapa, yang penting saya tidak harus menunggu selama hampir 6 bulan untuk menonton.

Akhirnya pada weekend kemarin dengan tekad bulat saya pergi menonton, sehabis dari jadwal rutin ke dokter gigi, bersama dengan teman seperguruan. Tak kusangka studionya penuh, ternyata penggemarnya sangat banyak. Saya sendiri sudah menonton ulang anime-nya demi untuk mengingatkan saya pada alur ceritanya walaupun saya sendiri tahu kalau nanti saya akan kecewa karena alur yang tidak sesuai dengan yang ada di cerita aslinya. Tidak mengapa, selama itu Rurouni Kenshin, apa pun itu pasti bagus. I’m blinded by love.『Rurouni+Kenshin-+Kyoto+Inferno+_+The+Legend+Ends』+Teaser+trailer+(English).mp4_snapshot_00.34_[2014.03.20_22.43.10]

Cerita dibuka dengan mengenalkan karakter Shishio yang bengis, haus kekuasaan dan dendam dengan pemerintahan yang berkuasa. Lalu berlanjut pada kehidupan Kenshin yang sudah damai, di dojo Kamiya, bersama dengan Kaoru, Yahiko, Sanosuke si sampah masyarakat dan dokter cantik Megumi. Di ceritakan Kenshin tiba-tiba bermimpi tentang masa lalu-nya yang kelam dan pertarungannya dengan Saito Hajime. Ya, seharusnya Kenshin baru bertemu Saito di episode ini, bukan dari awal. Sudahlah, lupakan, yang penting ada Saito. Karena keributan dengan Shishio ini akhirnya Kenshin pergi menghadap Perdana Menteri Okubo yang meminta dirinya untuk mencegah rencana Shishio untuk menggulingkan pemerintahan Meiji. Kenshin diberikan waktu seminggu untuk memikirkan hal tersebut.

Pada hari yang dijanjikan ternyata Perdana Menteri Okubo dibunuh oleh Sojiro Seta, salah satu dari anggota Juppongatana. Kenshin yang tadinya ingin menolak, akhirnya memutuskan untuk pergi ke Kyoto mencari Shishio. Kenshin hanya berpamitan pada Kaoru di malam hari dengan cahaya dari kunang-kunang, begitu menurut komik dan animenya. Namun di film ini kunang-kunang itu tidak ada, padahal itu yang saya tunggu-tunggu.

Saya tidak usah lagi menjelaskan jalan ceritanya karena mungkin udah tahu, yang saya ceritakan disini adalah apa yang membuat filmnya berbeda dengan anime dan juga komiknya. Pertama adegan Sanosuke yang bertemu dengan Anji untuk belajar ilmu Futae no Kiwami tidak ada. Sebenarnya saya tidak tahu memang beneran tidak ada atau dipindah ke film kedua, tapi yang jelas di film ini tidak ada. Lalu ketika Kenshin bertarung dengan Cho, Hakujin no Tachi yang saya tunggu-tunggu itu hanya berbentuk dua pedang yang digabung jadi satu. Bukan lentur yang dililit di pinggangnya Cho. Ah tidak penting ya?

Ryunosuke Kamiki rurouni kenshin kyoto infernoYang paling penting, seharusnya Kenshin bertemu dengan Kaoru ketika Kenshin sudah mendapatkan pedangnya lalu pergi ke gunung mencari Seijuro Hiko untuk berguru Hitenmitsurugi Ryu yang terakhir. Di film ini Kenshin bertemu Kaoru di kuil ketika Kenshin bertarung dengan Cho. Adegan ketika Kaoru bertanya apakah Kenshin marah kepadanya masih tetap ada walaupun sejatinya dilakukan di depan rumah Seijuro Hiko ketika Kenshin hendak pergi mengambil air. Di film ini, adegan tersebut terjadi di Aoiya, ketika Kenshin sedang mengasah pedangnya untuk menghadapi anak buah Shishio yang kabarnya akan membumihanguskan Kyoto. Pentingnya karena sebelum Kyoto dibumihanguskan, seharusnya Kenshin sudah bertemu Seijuro Hiko dan berlatih jurus yang terakhir, Amakakeru Ryo no Hirameki. Itulah yang membuat saya kecewa dan sedih. Seharusnya di film ini ada Seijuro Hiko, seharusnya ada, tapi sepertinya semua ditumpuk di film terakhir.

Secara keseluruhan film ini seperti dibuat untuk mempersiapkan episode finale nanti yang akan nongol bulan Oktober di Indonesia. Adegan seru berantem yang saya tunggu-tunggu terasa kurang dan lagi-lagi sepertinya memang diincar untuk di film selanjutnya. Saya mau berharap banyak pada film selanjutnya, namun terasa takut. Sejujurnya ketika menonton waktu itu beberapa kali sempat merasa mengantuk, entah itu karena filmnya atau efek dari bangun pagi mau ke dokter gigi.

Bagi diehard fangirl seperti saya, film ini tetap bagus, juga masih dengan faktor hadirnya Saito Hajime. Memang di animenya juga cerita awal-awal ini memang cukup membosankan, seperti sedang membangun pace rasanya. Begitu pula di film ini, ketika sedang semangat-semangatnya berjalan tiba-tiba jalan tersebut habis. Memang kesal, tapi fangirl akan selalu setia menunggu. Akhir kata nilainya 7.8/10 untuk Kyoto Inferno dan soundtrack saya bulan ini ditambah dengan Heartache, sampai nanti bulan Oktober.

3 thoughts on “Sabar, Kyoto Inferno Baru Awalnya Saja

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s