Cerita Penjaga Jagat Raya Galaksi

Telat memang ulasan ini saya keluarkan, tapi dengan senang hati akhirnya saya dapat bilang kalau saya telah nonton Guardians of the Galaxy, setelah 2 minggu tertunda karena perjalanan singkat di belahan bumi yang lain dan ramainya hal di kantor yang meminta perhatian sehingga saya tidak dapat kabur menonton sebentar seperti yang biasa saya lakukan ketika sedang pusing. Film ini sangat menyita perhatian saya karena 1) ini film Marvel; 2) ada Lee Pace dan Karen Gillan; 3) soundtracknya begitu keren.

gotg

Menurut saya film Marvel selalu menghibur, terlebih dengan film Thor terakhir yang saya ulang berkali-kali demi melihat Loki pindah ke Dark World sambil berteriak “tadaaaaa…”, dan karena itu saya berharap kalau film ini sama menghiburnya seperti film-film sebelumnya. Guardians of the Galaxy abercerita tentang sekumpulan Topeng Monyet/Sampah Masyarakat Galaksi yang tidak sengaja berteman untuk mendapatkan tujuan masing-masing. Starlord/Peter Quill adalah seorang manusia yang diculik dari bumi oleh alien dan bekerja sebagai pencuri barang. Gamora adalah seorang putri angkat dari penjahat terkeji di seluruh galaksi bernama Thanos yang sebenarnya ingin membalas dendam kepada ayah angkatnya ini yang telah membunuh keluarganya yang sebenarnya. Sama dengan Drax, yang juga ingin membalas dendam pada Thanos dan Ronan yang telah membunuh keluarganya. Lalu ada Rocket si rakun jenius dan Groot manusia pohon, duo bounty hunter. Mereka tidak sengaja bertemu setelah saling berkelahi karena sebuah Orb yang dicuri Peter dari reruntuhan planet yang ternyata berisikan bola sakti tiada tanding, tiada banding. Ternyata seluruh orang di galaksi menginginkan bola tersebut dan jadilah petualangan mereka berlima yang berusaha agar bola tersebut tidak jatuh pada orang yang salah.

gotg (1)Lalu alasan kedua, dan memang adalah alasan kedua yang membuat saya menggebu-gebu adalah dengan hadirnya Lee Pace dan Karen Gillan. Tidak peduli juga walaupun keduanya berperan sebagai antagonis di film ini. Pertama kali saya tahu Lee Pace ketika dia berperan sebagai Thranduil, ayah dari Legolas, the King of Woodland realm. Di film Hobbit, aktingnya membuat saya begitu terpana. Sepertinya apa pun yang dia lakukan dan dia katakan begitu indah bagaikan Elf seutuhnya. Bagi saya Lord Elrond masih terlihat seperti manusia, namun King Thranduil mempunyai aura angkuh dari Elf sebagai makhluk yang diturunkan pertama kali di muka middle earth. Oke, kembali ke cerita Guardian of The Galaxy dimana di film ini Lee Pace berperan sebagai Ronan the accuser, anak buah dari Thanos, orang terkeji di seluruh galaxy. Ronan bertekad untuk mendapatkan bola tersebut untuk menyerang bangsa Xandar yang dia anggap telah merusak perjanjian dengan bangsanya, Kree. Tak pernah saya kecewa dengan Lee Pace, begitu juga dengan perannya sebagai Ronan yang kembali hadir seperti puisi. Mungkin saya berlebihan, tapi menurut saya seluruh dialog yang diucapkan Lee Pace selalu terdengar bagaikan puisi.

Lalu ada Karen Gillan, atau yang lebih dikenal oleh penonton Doctor Who sebagai Amy Pond. karen-gillan-guardians-galaxy-premiereJujur, saya lebih semangat untuk melihat Karen Gillan sebagai Nebula dibandingkan dengan Zoe Saldana sebagai Gamora. Memang saya tidak dapat menghilangkan kesan Amy Pond pada Karen tapi perannya sebagai Nebula yang merupakan tangan kanan Ronan dan anak dari Thanos juga tidak dapat dilihat sebelah mata. Nebula adalah anak yang patuh dan loyal pada bapaknya, namun ketika dia memerintahkan pasuka Ronan untuk menyerang, saya seperti melihat Amy berteriak kesal pada Rory.

Alasan ketiga adalah the Awesome Mix Vol. 1. Sejak melihat trailernya, saya sudah terpikat dengan lagu yang muncul di akhir soundtracknya itu, Hooked on a Feeling by Blue Swede, 1973, so said Peter Quill. Salinannya yang tersedia lebih dahulu di dunia maya sudah terunduh ke dalam macbook dan iphone tercinta, sebelum filmnya hadir di jaringan bioskop Indonesia. Judulnya memang tidak bohong, Awesome Mix memang benar-benar awesome. Berisikan lagu-lagu yang ngehits dari tahun 80an, termasuk yang sangat terngiang-ngiang di telinga saya, Cherry Bomb!!

Secara keseluruhan Guardians of the Galaxy adalah film yang sangat menghibur, baik itu anak-anak atau anak-anak yang terperangkap dalam tubuh orang dewasa, seperti saya ini. Marvel tidak pernah membuat saya kecewa, 9.5/10 untuk film ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s