Current Obsession: (Masih) Ikuta Toma

Akhir-akhir ini saya begitu terobsesi dengan Ikuta Toma. Seperti waktu jaman SMA saja, ya? Setelah terobsesi mulai dari Benedict Cumberbatch, Tom Hiddleston, lalu David Tennant, sekarang berpindah pada Ikuta Toma. Pertama kali mulai terobsesi sebenarnya ketika menonton ulang Hanazakari no Kimitachi e yang sudah sempat saya tonton beberapa tahun yang lalu, buntut dari hasil menonton Hana Yori Dango (versi jepang tentunya). Ketika mencari dorama lain yang dibintangi oleh Shun Oguri, saya kaget ketika Shun Oguri menjadi Sano Izumi di HanaKimi lalu saya ngebut donlod HanaKimi lagi dan langsung di marathon hari itu juga. Ketika melihat sosok Nakatsu Shuuichi, saya teringat dengan beberapa waktu yang lalu dengan aktor pemeran Yano Motoharu di Bokura ga Ita ketika nonton di channel kabel TV, yang ternyata ketika dicari lebih lanjut adalah Ikuta Toma.

nakatsu

Sebenarnya bukan Ikuta Toma-nya yang membuat saya tertarik, tapi lebih kepada karakter Nakatsu Shuuichi yang sungguh bodoh yang menurut saya memang hanya pantas diperankan oleh Ikuta-san. Kabarnya film tersebut di remake di tahun 2011, namun saya tidak berani menonton karena takut menghancurkan khayalan tentang seorang Nakatsu Shuuichi. Seperti layaknya Maleficent yang berhasil meluluhlantakkan imajinasi saya tentang keberadaan prince charming in shining armor.

Secara tidak sadar saya mulai mencari film yang dibintangi oleh Ikuta-san, dan menemukan yang cukup langka yaitu The Fallen Angel dan The Seaside Motel. Cukup lama juga saya mengunduh The Fallen Angel, dan The Seaside Motel sendiri pun belum selesai sampai sekarang hingga saya sampai menonton di website streaming. Tapi film yang membuat saya sangat terobsesi seperti ini adalah bukan dari dua film itu, melainkan Nou Otoko atau The Brain Man. Ya, mungkin sekalian saya tulis juga sedikit review dari film-film dia yang sudah tonton.nou otoko

Pertama kali yang saya tonton adalah The Brain Man, dengan Ikuta-san memerankan Suzuki Ichiro, seorang yang mampu untuk menggunakan fungsi otaknya dengan maksimal, namun sama sekali tidak mempunyai emosi. Seperti film buatan jepang yang biasanya, alur cerita memang terasa agak membosankan, namun lama kelamaan membuat penasaran. Dalam ceritanya, Suzuki tertuduh dalam kasus peledakan yang diceritakan sering terjadi. Dalam penangkapan dirinya, Suzuki sama sekali tidak memberontak. Dia dimasukkan ke dalam penjara khusus untuk orang yang criminally insane. Seorang psikiater yang ditugaskan sebagai konsultan untuknya merasa tertarik dengan sosok Suzuki yang sangat pintar, bertubuh sempurna namun tidak mempunyai emosi sama sekali. Ngomong-ngomong tentang tubuh sempurna, saya akui saya sempat mengulang-ngulang adegan dimana Suzuki akan diperiksa dan diminta untuk membuka bajunya. Saya bersyukur saya masih termasuk wanita normal yang menyukai laki-laki dengan postur tubuh sempurna seperti itu. Anyway, lupakan tentang tubuh sempurna Suzuki Ichiro, kita kembali pada cerita. Biarpun Suzuki tidak mempunya emosi, lama kelamaan Suzuki menunjukkan sifat kemanusiaannya, walaupun tetap tak beremosi seperti robot.

Saya tidak merasa bosan ketika menonton filmnya, walaupun memang sebagian besar dihabiskan untuk mengagumi Ikuta-san yang berhasil pushup dengan jempol saja. Dan ketika film berakhir saya semakin semangat untuk mencari filmnya Ikuta-san yang lain.

ningen shikkaku

Yang selanjutnya adalah Ningen Shikkaku atau The Fallen Angel. Konon kabarnya film ini merupakan film layar lebar pertama Ikuta-san. Jujur, saya tidak terlalu menangkap maksud dari film ini. Jalan ceritanya tentang seorang kaya yang mempunyai kemampuan untuk melukis namun tersia-siakan karena sifatnya yang suka menyia-nyiakan hidup. Menurut saya terlalu banyak metafora dalam film ini seperti khas film film jepang. Mungkin saya perlu menonton film ini sekali lagi.

Lalu selanjutnya saya menunggu filmnya yang berjudul Mogura no Uta atau The Mole Song. Film ini diambil dari komik berjudul sama dan kabarnya merupakan film komedi. Semangat mencari filmnya di web online tercinta ketika tahu film ini sudah ditayangkan sejak Februari tahun ini. Namun sayang sekali filmnya belum beredar luas. Sepertinya saya harus bersabar ketika dulu menunggu RuroKen versi live action. Saya penasaran ketika melihat trailernya, ada adegan Reiji yang diperankan oleh Ikuta-san, telentang di atas kap mobil yang berjalan kencang, telanjang dengan selembar koran menutupi bagian yang strategis. Ikuta-san memang lebih cocok untuk jadi aktor film komedi, dan film ini kurasa akan sangat cocok untuknya. Kalau penasaran, trailernya saya kasih di bawah ini.

Nanti kalau filmnya sudah ditonton, saya akan tulis reviewnya di sini. Untuk yang sekarang, saya sedang menonton The Seaside Motel. Ulasan akan datang di post selanjutnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s