[Review] Edge of Tomorrow

EdgeoftomorrowPertama kali saya tahu Edge of Tomorrow ketika terakhir ke Hongkong kemarin dan melihat posternya bertebaran di stasiun kereta bawah tanah. Saya pikir film ini sepertinya akan mengecewakan seperti film Tom Cruise terakhir yang berjudul Oblivion jadinya saya tidak terlalu tertarik untuk menontonnya. Saya melihat trailernya ketika sebelum menonton Gozilla dan masih kurang mengerti dengan tagline-nya “Live. Die. Repeat.”. Lalu pada minggu dimana penuh dengan hari kejepit itu, saya berniat untuk nonton X-Men: The Day of Future Past, namun, karena ada conference call mendadak akhirnya jadwal film terlewat dan akhirnya saya memberanikan diri untuk menonton Edge of Tomorrow yang pada saat itu baru saja hadir di bioskop kesayangan saya.

Seperti biasa, pasti ada spoiler di paragraf-paragraf selanjutnya. You have been warned.

Edge of Tomorrow menceritakan tentang invasi alien yang diberi nama MIMIC karena konon kabarnya dapat menirukan manusia. Setengah dunia sudah dikuasai oleh pendatang dari luar angkasa ini dan mereka tidak berniat untuk sampai disitu saja. Umat manusia memutar otak agar dapat membasmi pendatang ini dari muka dunia dan dibuatlah tentara khusus dengan pakaian khusus yang bertugas bertempur langsung dengan alien ini. Adalah Mayor Cage yang diperankan oleh Tom Cruise seorang militer yang tidak pernah mengenyam pendidikan militer sama sekali, namun karena nasib buruknya akhirnya dia dimasukkan ke dalam camp untuk prajurit-prajurit yang akan langsung menghadapi alien. Merasa tertipu, Cage berusaha untuk kembali ke kota asalnya, namun tidak ada yang mempercayai dia. Maka jadilah dia bergabung dengan kelompok J dalam upaya untuk menahan invasi alien di tepian pantai Inggris.

Cage yang sekarang turun pangkat menjadi prajurit akhirnya terpaksa harus mengikuti seluruh aktifitas termasuk latihan fisik dan memakai baju robot yang dia iklankan sebelumnya. Pada hari-H, seluruh pasukan naik pesawat untuk diterjunkan pada suatu titik. Namun ketika hendak terjun, pesawat terlebih dahulu diserang oleh alien tersebut dan satu persatu mereka harus terjun kalau tidak mau mati. Cage yang bingung terpaksa ikut terjun dan dapat mendarat dengan selamat. Di darat, keadaan sudah rusuh dengan musuh yang sudah terlebih dahulu melancarkan perlawanan. Banyak yang sudah meninggal atau pun susah payah melawan alien. Sekelibat, Cage melihat Rita Vitraski (Emily Blunt) dengan gagahnya melawan monster tersebut satu persatu.images (3)

Alien monster yang berbentuk peranakan dari laba-laba, cumi-cumi dan transformers ini tampak sangat tangguh. Personil dari tim J satu persatu mati terbunuh, dan ketika ada satu monster yang cukup besar mendekati, Cage berhasil membunuhnya namun dia sendiri terbakar oleh cipratan darah monster tersebut.

Lalu adegan kembali ke saat Cage pertama kali terbangun di base camp prajurit, hari sebelumnya. Bingung dengan apa yang terjadi, Cage berusaha mencari tahu apakah dia bermimpi atau tidak. Hari dan adegan yang sama terulang lagi dan semakin membuat Cage bingung karena sekelilingnya terlihat tidak sadar dengan hal itu. Ketika di dalam pesawat, Cage berusaha untuk memberitahu kalau pesawat mereka akan diserang, namun hal tersebut diabaikan oleh yang lainnya. Seperti yang terjadi sebelumnya, pesawat diserang oleh para alien, dan hal yang sama terjadi lagi berulang-ulang. Pada kesekian kalinya hari yang sama terulang, Cage tidak sengaja menyelamatkan Vitraski dan seperti mengetahui apa yang terjadi, Vitraski berpesan agar menemuinya ketika Cage hidup kembali.

Lalu Cage terbunuh dan hidupnya seperti berulang dari awal lagi. Dia mulai mencari Vitraski dan seperti sebelumnya, usahanya harus diulang-ulang sampai akhirnya dia berhasil menemui Vitraski yang sedang berlatih dengan simulasi robot monster. Vitraski awalnya tidak mengenali Cage, namun ketika Cage menjelaskan maksud dan tujuannya, tanpa pikir panjang Vitraski langsung menyeretnya ke seseorang yang dianggap cukup mengenali MIMIC. Disitu Cage dijelaskan tentang bagaimana dia bisa seakan-akan mengulang hidupnya dan ternyata Vitraski pernah mendapatkan hal yang sama sebelum akhirnya kemampuan itu hilang ketika dia terluka cukup parah. Akhirnya dengan berbekal kemampuan mengulang tersebut, Cage dan Vitraski mencoba untuk menemukan induk dari alien ini sampai akhirnya mereka sampai di satu titik yang ternyata mau dengan cara apa pun dilakukan, mereka tetap tidak berhasil. images (4)

Dengan frustasi, akhirnya Cage memutuskan untuk sendirian mencari induk alien, dan ternyata dia menyadari bahwa yang selama ini ada di dalam penglihatannya hanyalah tipuan belaka. Mereka lalu menempuh cara lain dengan menggunakan alat yang pernah dibuat oleh seorang professor namun belum terbukti kemampuannya dan alatnya tersimpan di lemari besi di markas besar. Dengan cara dan usaha yang sama, akhirnya Cage dan Vitraski berhasil mendapatkan alat tersebut dan ketika sedang dalam perburuan menghindari penjaga-penjaga yang mengejarnya, Cage mengetahui kalau induk alien berada di Paris. Akhirnya Cage bersama dengan Vitraski dan tim J pergi ke Paris untuk membunuh induk alien tersebut. Karena dalam perburuan sebelumnya Cage terluka cukup parah dan kehilangan kemampuannya untuk mengulang hari, maka dalam misi ini mereka tidak boleh ada kesalahan sama sekali. Dengan usaha dan harus kehilangan seluruh anggota tim-nya akhirnya Cage berhasil bertemu dengan induk alien yang berada di dalam kolam di bawah museum louvre yang terkenal itu. Dengan granat terakhir yang dipegangnya, dia merelakan dirinya ikut terbunuh bersama dengan alien tersebut.

Untuk tahu akhirnya nonton sendiri ya. Menurut saya lebih seru kalau nonton langsung karena menurut saya tempo dari filmnya terbangun dengan baik. Walaupun film ini menceritakan waktu yang hanya terjadi dalam 2 hari saja, tapi maksud dan tujuannya dapat tersampaikan dengan baik. Setelah kecewa dengan Oblivion, saya dapat keluar dari studio dengan puas ketika selesai menonton ini. Emily Blunt terlihat sungguh gagah dan berbeda dibandingkan dengan peran-peran dia yang lainnya. Jargon “Live. Die. Repeat.” memang tidak salah dipakai dalam film ini. Salah satu film musim panas yang menurut saya cukup bagus. Karena saya tidak menemukan yang tidak saya suka di film ini, menurut saya film ini pantas mendapatkan 9/10.

Selanjutnya tunggu untuk Maleficent dan How to Train Your Dragon 2 ya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s