Gozilla: Kadal Raksasa Sakti Pahlawan Manusia

Gozilla. Gojira (ゴジラ) di bahasa aslinya, adalah kadal raksasa yang muncul dari dasar laut. Oke, sebelumnya saya sepertinya pernah menonton film yang pemeran utamanya adalah kadal yang nongol dari laut dan dilawan dengan robot bikinan manusia yang kira-kira seukuran dengan kadal tersebut. Film tersebut adalah Pacific Rim. Tapi di sini saya bukan untuk me-review Pacific Rim yang filmnya sudah ada sejak setahun yang lalu, tapi Gozilla.

godzilla-poster

Harapan saya pada awalnya cukup lumayan pada Gozilla karena saya suka film yang jaman dulu juga pernah dibuat. Di film ini, cerita dibuka dengan cerita seorang professor yang menemukan fosil gozilla di Filipina dan seorang engineer elektro yang kehilangan istrinya ketika salah satu reaktor nuklir di Jepang mengalami kebocoran. Lalu cerita dipercepat ke 15 tahun kemudian dimana anak si engineer tersebut sudah besar, berkeluarga dan menjadi ahli penjinak bom di militer. Dia terpaksa harus kembali ke Jepang, yang menjadi mimpi buruknya, ketika bapaknya masih penasaran dan berusaha meneliti apa yang sebenarnya terjadi di pembangkit nuklir tersebut. Setelah dicari dan diteliti lebih lanjut, ternyata ada monster berbentuk cancorang yang mendiami daerah tersebut, yang hidup dan siap berkembang biak. Dan pasangannya ternyata ada di Filipina itu. Ternyata yang di Filipina itu bukan fosil tetapi hanya hibernasi menunggu waktu kawin saja. Enak ye, tidur doang gitu trus pas bangun-bangun langsung kawin. Emangnya gue, nyari jodoh susahnya udah kayak nyari parkiran di PIM pas malem minggu abis gajian.

Anyway, di lain lokasi, sang gozilla muncul dan mengikuti pergerakan monster cancorang tersebut. Menurut paham si professor jepang itu, gozilla adalah pendekar alam yang terkuat dan ketika ada yang tidak seimbang di alam semesta ini, gozilla akan muncul dari entah dimana dan berjuang untuk mengembalikan keharmonisan dan keseimbangan alam kepada yang sepatutnya. Rendezvous point monster cancorang itu adalah San Francisco dimana keluarga si penjinak bom itu tinggal. Klise memang tapi begitulah film ala amerika. Lalu semua angkatan bersenjata Amerika mulai dari darat, laut dan udara mulai untuk berusaha untuk mencegah monster cancorang kawin di San Francisco. Segala macam cara sudah dicoba, tapi sepertinya kulit si monster cancorang tersebut terbuat dari besi anti-nuklir. Dan sampailah gozilla kita di San Francisco dan mulai berantem dengan monster cancorang tersebut dengan senjata rahasianya si api biru. Saya tepuk tangan ketika si api biru itu disemburkan ke monster cancorang. Gozilla berantem dengan gagah perkasa dan akhirnya bisa mengalahkan monster cancorang itu. Gozilla terjatuh karena kelelahab di akhir pertarungan tersebut, namun dapat kembali bangkit dan dunia telah dikembalikan keseimbangannya.

1903020_10152141182213867_3286775883259623335_n-an-opening-night-review-of-godzilla

Menurut saya, memang gozilla seharusnya bertarung melawan monster dan bukan menjadi monster yang diusir oleh manusia. Yang saya sayangkan di film ini, dialognya yang hanya sedikit dan pengembangan karakter yang kurang kuat ditambah lagi dengan lompat-lompatnya adegan. Bahkan Ken Watanabe yang saya harapkan dapat berperan lebih malah cuma berkomentar dalam satu atau dua kalimat yang tidak cukup berarti. Ah, sungguh disayangkan untuk aktor yang saya puja-puja di The Last Samurai. Saya sempat tidur loh menjelang awal pertarungan gozilla dengan monster cancorang. Sosok gozilla digambarkan dengan bagus dengan efek komputer yang lumayan canggih walaupun tidak secanggih Transformers dan sejujurnya saya lebih suka dengan efek murahan yang biasa hadir di film tokusatsu jepang. Jadi karena film ini dapat membuat saya bosan bahkan sampai tertidur, maka nilainya hanya 6/10. Tadinya mau saya kasih 5/10, tapi 1 point extra untuk si api biru.

3 thoughts on “Gozilla: Kadal Raksasa Sakti Pahlawan Manusia

  1. Mang ada yg kurang dri godzilla ini..mungkin gareth edwards nya kurang maksimal perannya saar bangun cerita. di holiwut biasanya penulis cerita bbentuk komite,dikroyok bnyakan..apalgi si gareth pndatang baru di holiwut..tpi tetep nunggu sequelnya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s