[Review] Captain America 2: The Winter Soldier

Sequel Captain America yang bertajuk The Winter Soldier telah merambah bioskop Indonesia sejak rabu kemarin. Tadinya saya mau nonton langsung di hari rabu, tapi ragu apakah memang cukup berharga utk kabur di tengah hari atau tidak, jadinya saya baru nonton Jumat ini karena cukup penasaran dengan desas-desus yang dari kemarin saya dengar.

download

Spoiler ahead, Guys. You have been warned.

The Winter Soldier menceritakan tentang Security Homeland Intervention Enforcement Logistic Division atau yang lebih dikenal dengan SHIELD. Seluruh anggota The Avengers adalah agen SHIELD, dengan Kapten Steve Rogers yang meminpin sebuah satuan bernama STRIKE, dengan access level 8. Sedikit informasi, access level di SHIELD berarti seberapa banyak data yang dapat kamu akses, Director Nick Fury mempunyai akses level 10 dan Phil Coulson sendiri punya akses level 8. Kembali ke cerita, di film ini diceritakan bahwa sebenarnya SHIELD tidak sebersih yang dikira selama ini. Masih ingat HYDRA? Salah satu unit riset yang berkhianat ini ternyata masih punya antek-antek yang bercokol di level-level penting SHIELD dan menunggu hingga saatnya dapat menguasai dunia.

Bagi yang juga menonton serial Agents of SHIELD, mungkin akan tahu sepowerful apa Nick Fury dan organisasi seperti apa SHIELD itu. Mungkin tahu juga apa yang dapat membuat Phil Coulson bangkit dari kematian setelah ditusuk dengan Loki’s Scepter, karena itu sepanjang nonton, saya yakin kalau Nick Fury tidak akan mati karena dia punya GH-325. Dan jika menyambung dari serial tersebut, sebuah teori muncul. Di film ini, yang dinamakan Winter Soldier adalah Bucky Barnes, yang dicuci otaknya lalu diberi lengan metal dengan kekuatan super. Ingat sesuatu? Ya, ini seperti apa yang dilakukan project Deathlok pada Mike Peterson. Oke, kembali pada niat awal untuk review.

images (2)

Jujur, dengan durasi hampir 2.5 jam, film ini terkadang agak lambat alurnya. Steve Rogers masih diperankan oleh Chris Evans dengan ditemani oleh Scarlett Johansson sebagai Natasha Romanoff. Lalu ada yang disebut dengan Falcon, yang saya bilang cukup keren, dengan sayapnya yang bisa bikin terbang. Sepertinya di film ini sang penulis dan sutradara ingin memasukkan banyak action klasik seperti baku hantam dengan tangan kosong atau tembak-tembakan. Saya hargai dan cukup senang dengan lebih banyaknya adegan baku hantam, namun setelah menonton The Raid, saya rasa cara pengambilan gambarnya yang masih harus diperbaiki karena masih susah untuk diikuti. Adegan yang paling saya suka adalah ketika Cap berantem dengan Batroc di kapal yang dibajak, karena menurut saya adegan baku hantam dengan tangan kosong adalah sesuatu yang cukup saya cari daripada harus nonton tembak-tembakan dengan misil, roket atau senapan canggih. Di film ini, kelihatan sekali Marvel mengurangi adegan dengan senjata canggih beyond technology, mungkin juga karena Steve Rogers termasuk orang jaman dulu yang masih harus bergulat dengan teknologi baru.

Saya menikmati nonton film ini dan jangan lupa untuk menonton sampai mid credit scene untuk sneak peek film Marvel selanjutnya. Saya tidak akan bilang ada apa, coba ditonton saja sendiri. Setelah ini, film Marvel yang akan keluar adalah Guardian of the Galaxy, Antman dan X-Men, semoga saja hal-hal tersebut menjadi bagian dari dunia Marvel yang lebih besar dan saling sambung menyambung menjadi satu. Untuk film ini saya kasih 8.8/10.

ps: Nanti juga akan saya lengkapi dengan gambar-gambar.

Update 6 April 2014

Saya kembali menonton Agents of SHIELD episode 16 untuk mendapatkan bayangan yang jelas tentang waktu kejadian The Winter Soldier. Setelah dirunut, justru episode 16 adalah kejadian sebelum, selama dan mungkin sesudah. Sebagai contoh, ketika Vic Hand, Sitwell, Garrett datang ke pesawatnya Coulson, Sitwell diberitahukan oleh Hand untuk kembali ke Triskelion mengenai masalah tentang Lemurian Star. Sebelum berpisah, Sitwell berkata pada Coulson: I got a boat to catch. Lalu dimana dia ditemukan pertama kali di The Winter Soldier? Tertawan di dalam kapal yang dibajak sampai ada salah satu agen yang bertanya: “What is Agent Sitwell doing on that boat?”

Lalu ketika Director Fury sudah kembali ke Triskelion, Agent Melinda May menginfokan pada Phil Coulson kalau Directory Fury is back dan dia menunggu Phil Coulson di Triskelion. Dengan melihat adegan-adegan tersebut, saya jadi merasa kalau The Winter Soldier malah menjadi episode pelengkap untuk Agent of SHIELD. Karena setelah menonton film tersebut saya masih tidak terlalu yakin kalau HYDRA belum sepenuhnya hilang dari SHIELD. Jadi saya tetap menunggu dengan episode 17 karena sepertinya akan seru.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s