Hancur pudingku

YahooMail berubah lagi yah bentuknya? Anyway, banyak banget yang saya ingin tulis disini, pertama saya kemarin baru nonton G-Force, lalu saya baru membeli CD nya Tika and the Dissidents dan terakhir saya membenci dengan sepenuh hati pemerintah Indonesia yang tidak memperhatikan infrastruktur negerinya. Oke, daripada mood saya keburu hilang, lebih baik saya curhat dulu tentang mengapa saya membenci pemerintah Indonesia.

Jadi ceritanya begini, hari ini salah seorang teman mengadakan buka puasa bersama di rumahnya. Saya dengan semangat membawa puding yang paling saya suka. Namanya puding tahu, dinamakan begitu karena teksturnya yang sehalus tahu jepang. Lalu apa hubungannya puding dengan infrastruktur? Nah, puding itu dibawa dengan sangat hati-hati dengan mobil saya. Saya sudah berusaha sesantai mungkin menyetir namun apa yang terjadi, hanya karena jalanan dari rumah saya ke rumah teman, puding saya itu retak-retak bagaikan habis diterpa gempa bumi berskala dahsyat.

Jalanannya begitu buruk!! For the love of God, apa yang dilakukan pemda sehingga jalanan pun tidak rata. Kalau pun anda-anda mengira kalau jalanan itu rata, gimana bisa puding saya nan indah bisa retak-retak. Sampai di jalan tol saya berharap kalau guncangan dapat di minimalisir, namun apa daya, jalan tol Indonesia hanya berlapis beton saja, tidak ada aspalnya. Maka jadilah guncangan itu tetap memperngaruhi puding saya. Dan saya paling benci dengan polisi tidur kecil yang muncul setiap kali sudah mendekati pintu tol. Oke, saya mengerti kalau itu gunanya untuk memperlambat laju kendaraan, tapi itu yang paling parah merusak puding saya.

Saya sakit hati kepada pemerintah karena puding saja. Ya kalau jalanan dijaga dan dipelihara dengan baik mah, nasib puding saya rasanya akan lebih baik walaupun mungkin masi tetap retak-retak. Oh jalanan Indonesia, nasibmu sungguh menyedihkan. Jalanan di desa masi berbatu layaknya sungai kering. Jalanan di kota besar sudah penuh dengan kendaraan pribadi. Jalan bebas hambatan sudah tidak lagi bebas hambatan tapi tetap saja yang memakainya dikenakan tarif yang katanya akan ada kenaikan lagi.

Ah sudahlah. Puding sudah hancur, mendingan langsung dimakan aja. Ga guna marah-marah seperti ini. Mari kita bahas film dan musik saja. Saya sedang tidak bernafsu untuk mencela-cela pemerintah. RUU Rahasia Negara sedang dibahas di DPR, jd drpd saya diculik mendingan diem dulu aja deh. Sstt.. jangan bilang siapa-siapa yaah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s