[Review] Cin(T)a

Akhirnya setelah menunggu sekian lama, film ini hadir juga di jaringan bioskop Indonesia, eh hanya di Blitzmegaplex deh. Sebenarnya saya menonton film ini pada hari pertama keluar, namun karena terserang pilek jadi reviewnya mandek sampai sekarang. Lagipula saya janji mo review film ini. Hehehehe… Apa itu Cin(T)a dan mengapa huruf “T” dalam judul diberi tanda kurung dan huruf besar?

Cin(T)a adalah film berdurasi 70 menit, cukup cepat memang, keluaran Sembilan Matahari. Tema yang diangkat cukup berat kedengarannya: SARA. Tau kan SARA? Suku, Ras, Agama dan Antar golongan. Pertama kali lihat trailernya (waktu itu diberikan oleh seorang teman yang cukup tersindir dengan temanya) saya langsung menunggu kapan film ini diputar di jaringan bioskop Indonesia. Agak sangsi juga awalnya karena isu SARA bukan merupakan sesuatu yang mudah diterima oleh masyarakat Indonesia terutama yang ekstrim dengan agama dan tanpa pikiran yang lebar terbuka. Ketika itu juga saya menyiapkan mental untuk pintar-pintar mencerna segala satir dan metafora yang biasa keluar di film indie.

Ternyata mental yang sudah saya siapkan balik kanan bubar jalan semuanya. Saya tidak perlu susah-susah untuk mencerna filmnya. Dialognya sangat lugas dan kuat. Tidak perlu IQ dan tingkat bahasa yang tinggi untuk mengambil moral cerita dari film tersebut. Ah saya hampir lupa dengan jalan ceritanya. Film ini berkisah tentang seorang pemuda kristen (kayaknya) keturunan bernama Cina yang menjalin hubungan dengan kakak kelasnya bernama Annisa seorang jawa muslim. Mereka mempertanyakan mengapa ada yang tidak setuju dengan hubungan beda agama dan mengapa pula perbedaan yang ada selalu menjadi masalah dan dibesar-besarkan.

Nah, berat kan. Tema kok tentang agama, pasti ini sih mikir keras deh. Tapi seperti yang td saya bilang, film ini sama sekali tidak memerlukan IQ tinggi untuk dapat mencernanya. Filmnya juga lucu kok. Dialog-dialog antara Cina dan Annisa kadang-kadang bikin ketawa.

Apa maksud dari huruf T yang diberi tanda kurung itu? Mungkin dialog Annisa berikut ini dapat membantu. Dialog ini merupakan salah satu dialog yang paling saya suka. Waktu itu Cina dan Annisa sedang ngobrol dan Cina dengan setengah bercanda menyuruh Annisa pindah agama. Lalu ini yang dikatakan Annisa:

“Yakin lo masih mau ama gue? Tuhan gue aja bisa gue khianatin, gimana elo.”

Walaupun banyak peminatnya, film ini hanya diputar di jaringan Blitzmegaplex saja. Kalau menurut saya sih karena, kalau diputar di jaringan cineplex juga, masih banyak orang-orang yang tidak dapat menerimanya. Jadi, daripada film ini di demo oleh sekelompok orang yang fanatik dengan agamanya yang merasa dia yang paling benar sedunia, lebih baik biarkan film ini dinikmati oleh kalangan terbatas tapi yang dapat mengerti bahwa film ini adalah suatu karya seni.

Secara keseluruhan 8,9/10 untuk film ini. Kurang dikit untuk framing yang menurut saya terkadang kurang pas, walaupun hal itu sama sekali tidak mengganggu jalan cerita. Maju terus perfilman Indonesia.

5 thoughts on “[Review] Cin(T)a

  1. oalah pak. blitz mah deket dr bppt. mundur dikiiittt ke bunderan HI, nyampe deh. ada di grand indonesia lante 8. di pacific place jg ada, lante paling atas. kalo aku nonton yg di bsd, di teraskota, pas sebelah sgu. hehehe =D

  2. Saya kira film ini ga bakalan menyulut konflik atau menimbulkan demo seperti waktu Fitna dirilis. Temanya kan tema cinta, bukan penyerangan atau penistaan terhadap agama tertentu. Jadi, seandainya tayang di jaringan bioskop yang lebih luas, ga bakal kenapa2. Yang demen bikin rusuh cuma dikit, ga sebanding sama yang males bikin rusuh kaya’ saya yang manis, baik hati dan cakep ini😀
    Turut senang kamu sudah sembuh. Terus jaga kesehatan, ya!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s