[Awam] Bom di Mega Kuningan dan Pernyataan Presiden

Review harry potter nanti dulu yah, sekarang saya ingin ngomongin masalah bom di mega kuningan tadi pagi.

Semua tahu kalau terjadi pemboman di hotel JW Marriott dan Ritz-Carlton tadi pagi di kawasan mega kuningan. Walaupun ledakannya terhitung kecil, masih lebih parah ledakan yang tahun 2003 di hotel yang sama, tapi efeknya sungguh parah. Salah satunya adalah tim Manchester United gagal tandang di Jakarta Raya tercinta melawan tim Indonesian All-Star. Komentar pertama yang saya utarakan ketika menonton berita tersebut adalah:

“Wah, yang ngebom berarti sakit hati gara2 ga dapet tiket nonton MU.”

Mungkin sedikit berkelakar juga sih, karena saya sendiri sudah cukup muak dengan keadaan politik Indonesia pra-pemilu, pemilu dan pasca-pemilu. Banyak petinggi-petinggi itu saling ngotot-ngototan untuk mendapatkan kursi RI1. Saya bisa dibilang males untuk menyambung-nyambungkan dengan keadaan politik Indonesia dan berpikir dengan segala macam konspirasi yang bisa tercapai.

Akhirnya pada siang hari di televisi saya melihat jumpa pers yang digelar oleh bapak Presiden. Pada jumpa pers tersebut dibilang bahwa ada kegiatan sekelompok teroris yang berlatih menembak dengan sasaran tembak bapak SBY yang notabene presiden yang sedang mengadakan jumpa pers tersebut. Lalu beliau menunjukkan beberapa bukti foto yang menggambarkan orang sedang latihan menembak dan diberitakan juga bahwa ada videonya tentang kegiatan tersebut.

SBY Sasaran Tembak. Courtesy: Liputan6.com

SBY Sasaran Tembak. Courtesy: Liputan6.com

Pada awalnya, karena baru bangun tidur dan belum nyambung, saya masi ngangguk-ngangguk aja dengernya. Tapi ketika melihat tayangan ulang jumpa pers tersebut, saya malah tertawa. Sebagai orang awam, yang saya lihat dari pernyataan bapak Presiden itu adalah sebagai berikut:

“Eh, sodara2, saya jadi sasaran latihan tembak teroris loh. Nih, saya punya bukti fotonya. Tuh kan, saya jadi kyk punya tompel yah.”

Haduh, Pak’e, kok bangga yah dijadiin sasaran latihan tembak orang. Udah begitu, normalnya mah, harusnya itu kelompok ya diringkus lah, masa dibiarin berkeliaran, ya namanya cari masalah itu sih. Saya masih montella_926200431217pm_sby copyawam dalam hal begini, tapi kalau saya dengar hal tersebut keluar dari mulut seorang pemimpin negara, otomatis saya akan panik. Mungkin maksudnya baik untuk membuat masyarakat waspada, tapi ya tolong dong, omongannya diayak dulu. Kan kalau tujuannya untuk membuat masyarakat waspada bisa dengan pernyataan yang menenangkan (biar ga pd jantungan) dan peringatan waspada. Siaga 1 kek, siaga 10 kek, ato berapa kek, asal jgn saya-dijadikan-sasaran-tembak dong.

Masalah nomer dua itu fotonya. Okelah Pak’e bisa bilang itu adalah kegiatan intelijen, teroris atau apalah itu namanya, tapi kok saya aneh yah pas lihat fotonya. Itu fotonya berasa deket banget, serasa si fotografer ada di tkp ato ikutan latihan tembak juga. Berarti lensa yang dipunya BIN bagus2 yah, bisa sampe sebagus itu fotonya, trus angle-nya jg cukup bagus lg. Tempat ngintainya oke yah, bisa se-clear itu sampe ga kehalangan pohon atau apa pun. Organisasi rahasia sih normalnya bakal sembunyi di tengah hutan kan yah. Saya salut dengan agen-agen rahasia BIN. Beliau2 itu bisa mengintai dari posisi yang begitu bagus tanpa ketahuan oleh kelompok rahasia tersebut.

Nah itu pernyataan saya yang cukup polos dan menerima mentah-mentah informasi yang diberikan. Spekulasi bodoh lain sih, pemerintah sendiri sengaja membuat skenario seperti itu dan jangan tanya saya alasannya apa karena saya bukan agen pemerintah.

Oh satu spekulasi bodoh lagi, kalau kadar bomnya itu cuma ledakan ringan, bisa ga terjadi kemungkinan kalau itu hanya untuk ‘mengusir’ orang dr dalam hotel yang bersangkutan. Si pembom sih sebenernya punya niat lain, ada sesuatu yg diincar di dalam hotel tersebut. Kalau niat ngebom sih, kenapa ga lebih gede lagi daya ledaknya? Lebih oke lagi, knp ga dilakukan pd saat ada tim MU nginep di Ritz-Carlton, wah dijamin bakal terkenal se-antero dunia lah.

Pada akhirnya tulisan ini dibuat dengan tanpa paksaan dan saya dalam keadaan sehat walafiat jasmani dan rohani. Tulisan ini juga saya buat tanpa ada maksud untuk menjelek-jelekan suatu pihak. Tulisan ini murni hanya karena rasa penasaran saya yang lebih kurang terpengaruh dari film2 yang saya tonton. Kalau masuk akal ya memang begitulah adanya, tapi kalau sebaliknya mohon jangan dimasukkan ke hati.

Damai Indonesiaku!!

One thought on “[Awam] Bom di Mega Kuningan dan Pernyataan Presiden

  1. Hentikan Diam Kita, Tolak Kekerasan!
    Duka cita yang dalam.
    Bunga Bukan Bom….
    Kasih Bukan Kekerasan….

    Pembunuh-pembunuh itu memang pengecut. Tapi kita mestinya juga tegas menolak siapa pun yang mempolitisir musibah ini untuk kepentinganya, alias memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan. Mereka sama pengecutnya. Dalam kasus bom ini mereka sama-sama berlaku pengecut, yang pertama pengecut dan pembunuh, yang kedua pengecut dan pembohong…….

    Jangan dilupakan pula kita mesti melawan kekerasan oleh negara dan kekerasan sistimik/struktural karena tatanan sosial ekonomi yang tidak adil…..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s