Pemilu dan fenomenanya

Pada 2 bulan ke depan, Indonesia akan mengadakan pemilu putaran pemilihan caleg. Ada beberapa fenomena yang gw perhatiin menjelang, katanya, pesta demokrasi ini sepanjang gw pulang dari negeri seberang. Mari kita bahas satu persatu.

1. Poster segede-gede gaban dengan muka potosop
Sejak diberitakannya kabar kalau “posisi tidak menentukan kursi” maka mulai menjamur poster dan spanduk bergambarkan muka caleg yang gw yakin udah melalui tahap potosop sampai lima kali. Dulu waktu peraturan masi menyebutkan kalau “posisi menentukan kursi”, yang memajang mukanya di pinggir jalan adalah caleg-caleg dengan nomor besar, tapi semenjak peraturan itu dihapus maka mau tidak mau caleg dengan nomor unggul (kecil) ikut-ikutan memajang mukanya di pinggir jalan dan setiap sudut kota. Maksud hati ingin menarik simpati rakyat, tapi apa daya, kota makin semrawut.

2. Perang antar partai
Ramai diberitakan di tipi dan koran kalau ada seorang capres wanita (atau mungkin satu-satunya) mengkritik pemerintahan yang ada karena iklannya di koran yang bisa dibilang kurang relevan. Pemerintah sekarang, dengan niat ingin terpilih jadi presiden lagi, mengklaim bahwa presidennya telah menurunkan harga BBM 2x. Benar, kalau harga BBM turun ketika pemerintahan yang sekarang berkuasa, tapi itu bukan serta merta karena inisiatif presidennya yang menurunkannya, tetapi memang sudah kewajiban utk diturunkan mengingat harga minyak dunia juga turun drastis. Jadilah akhirnya si capres wanita dan presiden sekarang lempar-lemparan pantun dan ejekan. Saya? Saya sih malu punya presiden dan capres yang katanya pantas utk dijadikan presiden (Oh Puh-leaaassseee, u dont even have college degree), kelakuannya ga beda sama anak umur 6 taun yang baru diejek sama temen sekelasnya.

3. Hidden campaign on TV commercial and charity action
Sebut nama partainya, yang namanya mirip sama alat untuk motong besi ituh, ya anda-anda semua tau lah. Cukup cerdas juga tim kampanyenya, dengan mengambil model petani, nelayan dan rakyat-rakyat kecil, partai ini tampaknya berhasil dikenal oleh masyarakat luas di indonesia. Partai ini juga mendirikan anak partai yang berhasil mesponsori satu kegiatan anak bulungan. Niatnya apa? Tentu saja dengan mengambil simpati pemilih pemula, dengan begitu mereka bisa membesarkan nama partai yang umurnya masi lebih muda dari pohon jambu di depan rumah gw. Kalau menarik simpati pemilih daerah mungkin partai ini bisa berhasil, tapi kalau menarik pemilih baru? Yah, kita lihat saja nanti.

4. Artis jadi caleg
Sejak Dede Yusuf dan Rano Karno terpilih jadi wakil gubernur, makin banyak artis yang mencalonkan diri sebagai caleg. Dengan popularitas yang besar, tidak perlu susah-susah lagi bagi si artis untuk masang spanduk, poster ato baliho demi dikenal banyak orang. Paling ngga nama dia gampang diingat. Tapi banyak dari artis ini yang maen asal langsung terjun ke dunia politik tanpa memiliki pengalaman selaen menyanyi dangdut misalnya. Ya wajar saja kan kalau namanya tidak lolos kualifikasi.

5. Golput
He? Apakah itu bisa dibilang suatu fenomena? Bagi saya itu adalah sebuah fenomena. Dengan jumlah partai yang menyentuh angka 44 dan banyaknya caleg dari tiap partai yang juga belum tentu dikenal oleh sang pemilih bisa saja si pemilih itu bingung dan malah untuk tidak memilih satupun dari mereka alias golput. Prediksi terjadinya golput pada tahun ini sungguh besar sehingga MUI mengeluarkan fatwa bahwa golput itu haram yang menjadi sebuah kontroversi di masyarakat. Saya sendiri? Ah itu kan rahasia setiap individu.

Gambar-gambar dibawah ini murni ambil dari kaskus karena saya sendiri sangat tidak sempat untuk foto tiap spanduk di pinggir jalan.
keturunan
Apakah suatu keturunan itu penting? sampai-sampai harus menuliskan silsilah seperti ini.

anak
Yang ini bawa2 anaknya yang artis. Biasanya bawa2 nama bapak yang seorang proklamator.

suparman
Astaga.. (Katanya sering muncul di facebook)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s