Tolong Saya

Itulah tagline yang mewakili film terbaru karya Joko Anwar ini. Judulnya Pintu Terlarang, dibuat loosely based on novel karya Sekar Ayu Asmara dengan judul yang sama, yang maksudnya engga plek-plekan sama kayak novelnya tapi dibuat dengan berbagai adaptasi dan tambahan plot.

Pertama-tama saya ingin mengingatkan kalo saya bukan seorang reviewer yang bagus dan apapun yang saya tulis setelah paragraf ini bisa mengandung spoiler. Jadinya kalau ga suka spoiler, cepet sroll lagi ke atas.

Anyway, aktor dan aktris dari film ini adalah Fachri Albar (Gambir), Marsha Timothy (Talyda), Henidar Amroe (Mama Gambir), Tio Pakusadewo (Koh Jimmy), dan Ario Bayu (Dandung). Sedikit ceritanya copas dr 21cineplex aja yah. Here goes…

Hidup seorang pematung yang sukses bernama Gambir (Fachri Albar) mulai berantakan setelah dia mulai menerima pesan-pesan misterius dari seseorang yang meminta pertolongannya. Dari sebuah tayangan TV illegal yang menempatkan kamera tersembunyi di rumah-rumah orang, dia mengetahui bahwa yang mencoba menghubunginya adalah seorang anak laki-laki berusia 7 tahun yang disekap dan disiksa oleh dua orang misterius. Saat Gambir berusaha untuk mencari tahu di mana anak itu, dia curiga kalau istrinya yang bernama Talyda (Marsha Timothy) mungkin ada hubungannya dengan misteri yang sedang dia coba pecahkan. Tak lama kemudian, Gambir harus memilih, apakah menyelamatkan anak kecil itu atau kehilangan semua milik dan hidupnya. Apapun pilihannya, kengerian dan bencana yang berdarah-darah menanti di ujung pencariannya.

Mari kita mulai reviewnya, awalnya saya tidak mengira kalo film ini ada unsur gorenya secara saya paling males kalau nonton film gore, namun ternyata ditengah-tengah film terpaksa harus menutup setengah penglihatan demi keselamatan jiwa. Hehehehe… Secara keseluruhan akting Fachri Albar bagus. Dia bs memperlihatkan emosi dan apa yang dipikirkan Gambir dengan baik walau tanpa kata-kata. Lalu Marsha Timothy cukup mengimbangi akting Fachri walau dibeberapa review saya lihat kalau Marsha aktingnya kurang menjiwai, tapi bagi saya yang masih awam, Marsha dapat menggambarkan istri yang bisa mengontrol suaminya tanpa ancaman.

Kamera dan shots saya suka sekali. Banyak scene yang suram tapi memang itulah inti dari film ini. Seperti menyimbolkan dari masa lalu yang kelam dari seorang Gambir. Dua spanduk yang masing-masing berwarna merah dan hijau mencolok berhasil mencuri perhatian saya. Spanduk itu terlihat stand alone ditengah-tengah gambar yang berwarna (kebanyakan) coklat. Justru disitu malah bagusnya.

Song and scoring inilah pemain utamanya. Begitu terkesima saya dengan lagu-lagu yang menghiasi setiap scene, terutama scene “Christmas Dinner”. Mas Jokster (panggilannya Joko Anwar) menggandeng beberapa musisi jenius seperti Sore, Mantra, dan nocturno untuk mengisi soundtrack. Dan yang paling membuat saya kagum adalah scoring yang ikut menghidupkan film tersebut. Adegan kejar-kejaran dengan scoring yang ikut bikin penonton deg-degan itu bagi saya yang paling bagus. Mungkin dengan juga ikut mempertimbangkan scoring di scene lain sempat skip karena saya sibuk menguasai diri karena melihat beberapa adegan gore.

Overall, bagi saya, inilah karya anak bangsa yang patut dihargai dibanding dengan film-film lain dengan tema horor ataupun sex buatan produser india yang ceritanya sudah bisa terbaca dari judul filmnya (kayak baca lampu merah. Hahahaha..) dan hanya memikirkan keuntungan semata. Didiklah indonesia dengan film “mikir” macem ini biar mental penasaran dan mikir terbentuk di kalangan remaja indonesia.

Banyak yang under estimate film ini, tapi saya berani kasi nilai 8/10. Lebih tinggi 0.5 dr rating imdb dan kurang 0.5 point dr rating yang diberikan anak kaskus. Mungkin karena saya kurang suka gore kali ya?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s