Rashomon

Aku tahu mengenai cerita ini ketika berkunjung ke Semarang minggu lalu. Fatma mengajak aku menonton teater yang belakangan kuketahui judulnya Rashomon. Aku kehilangan beberapa bagian dari pertunjukan tersebut namun sebagian besar dapat ku tonton.

Adalah cerita mengenai kematian seorang samurai dari 4 versi yang berbeda. Tokoh di dalam cerita ini adalah seorang penebang kayu, pendeta, bandit, samurai, dan istri samurai.

Bandit menceritakan kalau dia menipu si samurai, memperkosa istrinya dan akhirnya bertarung dengan si samurai untuk bersama dengan istri si samurai. Si bandit bertarung dengan hebat dan akhirnya menang.

Namun lain lagi dari cerita si istri samurai. Begitu tahu kalau dirinya sudah penuh dengan dosa dan memalukan, si istri meminta maaf kepada samurai dan memohon untuk membunuhnya. Si samurai hanya diam saja dan menatap sang istri dengan dingin. Si istri tidak sadar dengan apa yang di lakukannya dan ketika dia sudah sadar, suaminya sudah meninggal dengan pisau yang menancap di badannya.

Lain lagi dengan versi si samurai yang rohnya dibangunkan oleh, istilahnya, dukun. Si samurai mengaku setelah istrinya diperkosa oleh sang bandit, si bandit lalu mengajak istrinya utk menikah. Tapi istrinya malah meminta si bandit untuk membunuhnya terlebih dahulu. Si bandit menolak dan akhirnya malah melepaskan si samurai begitu tahu istri si samurai pergi meninggalkan mereka berdua. Si bandit akhirnya meninggalkan samurai dan samurai bunuh diri dengan pisau milik istrinya.

Versi terakhir diceritakan oleh sang penebang kayu. Sesudah diperkosa, si bandit meminta sang istri untuk menikahinya namun si istri meminta samurai untuk bertarung dulu dengan suaminya. Sang suami menolak karena tidak sudi bertarung untuk perempuan macam istrinya. tapi akhirnya mereka berdua tetap bertarung walaupun tidak seheboh yang diceritakan oelh si bandit dan bandit menang lebih pada faktor keberuntungan.

Apa yang membuatku tertarik untuk sedikit bercerita tentang pertunjukan ini karena aku mengagumi jalan ceritanya. Aku sendiri belum pernah menonton Rashomon asli versi Akira Kurosawa (Seven Samurai). Ketika menonton itu, aku penasaran dan ternyata memang ceritanya seindah apa yang dipertunjukan.

Seni teater memang indah. Bahkan sampai adegan pemerkosaan dapat dipertunjukan dengan sangat memukau tanpa harus melanggar segala macam norma susila.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s