Riddle

What makes me love riddle so much?
Curiosity.
Just that and riddle has helped me to view any occurrences in another perspective. Oh, and some feelings to prove my capabilities. That’s all.

Riddle comes in different form in daily life. Sometimes you face task that you could even know the answer and it requires you to think hard, view from another angle to solve it. How would you say that you found the answers, the solutions? One may realize it and one may not.

Life is mystery. You never know what is going to happen or how your past action may have changed your future forever. You just have to be sure that every path you take is the one chosen for you, for your sake. If you trust it, you will be happy and enjoy your life even when your worst nightmare comes around.

Advertisements

Tolong Saya

Itulah tagline yang mewakili film terbaru karya Joko Anwar ini. Judulnya Pintu Terlarang, dibuat loosely based on novel karya Sekar Ayu Asmara dengan judul yang sama, yang maksudnya engga plek-plekan sama kayak novelnya tapi dibuat dengan berbagai adaptasi dan tambahan plot.

Pertama-tama saya ingin mengingatkan kalo saya bukan seorang reviewer yang bagus dan apapun yang saya tulis setelah paragraf ini bisa mengandung spoiler. Jadinya kalau ga suka spoiler, cepet sroll lagi ke atas.

Anyway, aktor dan aktris dari film ini adalah Fachri Albar (Gambir), Marsha Timothy (Talyda), Henidar Amroe (Mama Gambir), Tio Pakusadewo (Koh Jimmy), dan Ario Bayu (Dandung). Sedikit ceritanya copas dr 21cineplex aja yah. Here goes…

Hidup seorang pematung yang sukses bernama Gambir (Fachri Albar) mulai berantakan setelah dia mulai menerima pesan-pesan misterius dari seseorang yang meminta pertolongannya. Dari sebuah tayangan TV illegal yang menempatkan kamera tersembunyi di rumah-rumah orang, dia mengetahui bahwa yang mencoba menghubunginya adalah seorang anak laki-laki berusia 7 tahun yang disekap dan disiksa oleh dua orang misterius. Saat Gambir berusaha untuk mencari tahu di mana anak itu, dia curiga kalau istrinya yang bernama Talyda (Marsha Timothy) mungkin ada hubungannya dengan misteri yang sedang dia coba pecahkan. Tak lama kemudian, Gambir harus memilih, apakah menyelamatkan anak kecil itu atau kehilangan semua milik dan hidupnya. Apapun pilihannya, kengerian dan bencana yang berdarah-darah menanti di ujung pencariannya.

Mari kita mulai reviewnya, awalnya saya tidak mengira kalo film ini ada unsur gorenya secara saya paling males kalau nonton film gore, namun ternyata ditengah-tengah film terpaksa harus menutup setengah penglihatan demi keselamatan jiwa. Hehehehe… Secara keseluruhan akting Fachri Albar bagus. Dia bs memperlihatkan emosi dan apa yang dipikirkan Gambir dengan baik walau tanpa kata-kata. Lalu Marsha Timothy cukup mengimbangi akting Fachri walau dibeberapa review saya lihat kalau Marsha aktingnya kurang menjiwai, tapi bagi saya yang masih awam, Marsha dapat menggambarkan istri yang bisa mengontrol suaminya tanpa ancaman.

Kamera dan shots saya suka sekali. Banyak scene yang suram tapi memang itulah inti dari film ini. Seperti menyimbolkan dari masa lalu yang kelam dari seorang Gambir. Dua spanduk yang masing-masing berwarna merah dan hijau mencolok berhasil mencuri perhatian saya. Spanduk itu terlihat stand alone ditengah-tengah gambar yang berwarna (kebanyakan) coklat. Justru disitu malah bagusnya.

Song and scoring inilah pemain utamanya. Begitu terkesima saya dengan lagu-lagu yang menghiasi setiap scene, terutama scene “Christmas Dinner”. Mas Jokster (panggilannya Joko Anwar) menggandeng beberapa musisi jenius seperti Sore, Mantra, dan nocturno untuk mengisi soundtrack. Dan yang paling membuat saya kagum adalah scoring yang ikut menghidupkan film tersebut. Adegan kejar-kejaran dengan scoring yang ikut bikin penonton deg-degan itu bagi saya yang paling bagus. Mungkin dengan juga ikut mempertimbangkan scoring di scene lain sempat skip karena saya sibuk menguasai diri karena melihat beberapa adegan gore.

Overall, bagi saya, inilah karya anak bangsa yang patut dihargai dibanding dengan film-film lain dengan tema horor ataupun sex buatan produser india yang ceritanya sudah bisa terbaca dari judul filmnya (kayak baca lampu merah. Hahahaha..) dan hanya memikirkan keuntungan semata. Didiklah indonesia dengan film “mikir” macem ini biar mental penasaran dan mikir terbentuk di kalangan remaja indonesia.

Banyak yang under estimate film ini, tapi saya berani kasi nilai 8/10. Lebih tinggi 0.5 dr rating imdb dan kurang 0.5 point dr rating yang diberikan anak kaskus. Mungkin karena saya kurang suka gore kali ya?

Past midnight notes

Dreams
Feels like being chased
Not able to confront my own fear

Naked
Reveals the truth of me
Fear of being acknowledge

Sitting in the dark
Thinking of nothing
Stupidly embrace the past

Puzzle helps me forget
Dizziness removes my attention
Fiction gives me inspiration

The sky is grey
Moon is hiding behind clouds
I long for sanctuary

Rashomon

Aku tahu mengenai cerita ini ketika berkunjung ke Semarang minggu lalu. Fatma mengajak aku menonton teater yang belakangan kuketahui judulnya Rashomon. Aku kehilangan beberapa bagian dari pertunjukan tersebut namun sebagian besar dapat ku tonton.

Adalah cerita mengenai kematian seorang samurai dari 4 versi yang berbeda. Tokoh di dalam cerita ini adalah seorang penebang kayu, pendeta, bandit, samurai, dan istri samurai.

Bandit menceritakan kalau dia menipu si samurai, memperkosa istrinya dan akhirnya bertarung dengan si samurai untuk bersama dengan istri si samurai. Si bandit bertarung dengan hebat dan akhirnya menang.

Namun lain lagi dari cerita si istri samurai. Begitu tahu kalau dirinya sudah penuh dengan dosa dan memalukan, si istri meminta maaf kepada samurai dan memohon untuk membunuhnya. Si samurai hanya diam saja dan menatap sang istri dengan dingin. Si istri tidak sadar dengan apa yang di lakukannya dan ketika dia sudah sadar, suaminya sudah meninggal dengan pisau yang menancap di badannya.

Lain lagi dengan versi si samurai yang rohnya dibangunkan oleh, istilahnya, dukun. Si samurai mengaku setelah istrinya diperkosa oleh sang bandit, si bandit lalu mengajak istrinya utk menikah. Tapi istrinya malah meminta si bandit untuk membunuhnya terlebih dahulu. Si bandit menolak dan akhirnya malah melepaskan si samurai begitu tahu istri si samurai pergi meninggalkan mereka berdua. Si bandit akhirnya meninggalkan samurai dan samurai bunuh diri dengan pisau milik istrinya.

Versi terakhir diceritakan oleh sang penebang kayu. Sesudah diperkosa, si bandit meminta sang istri untuk menikahinya namun si istri meminta samurai untuk bertarung dulu dengan suaminya. Sang suami menolak karena tidak sudi bertarung untuk perempuan macam istrinya. tapi akhirnya mereka berdua tetap bertarung walaupun tidak seheboh yang diceritakan oelh si bandit dan bandit menang lebih pada faktor keberuntungan.

Apa yang membuatku tertarik untuk sedikit bercerita tentang pertunjukan ini karena aku mengagumi jalan ceritanya. Aku sendiri belum pernah menonton Rashomon asli versi Akira Kurosawa (Seven Samurai). Ketika menonton itu, aku penasaran dan ternyata memang ceritanya seindah apa yang dipertunjukan.

Seni teater memang indah. Bahkan sampai adegan pemerkosaan dapat dipertunjukan dengan sangat memukau tanpa harus melanggar segala macam norma susila.

End of Final

Akhirnya Final Exam selesai juga, ditutup dengan manis oleh multimedia yang jawabannya secara menggembirakan cuma tinggal nyalin tanpa mikir doang dari file unduhan. Thanks to Nani.

Lalu kita nonton The Screen bareng2, rame2, di blitz pp. Satu studio isinya anak IT ber16, sama sekitar 5-6 orang laen. Hasilnya sodara-sodara, udah serasa milik ajah.

Filmnya bikin jantungan. Yah, emg gw selalu ga berani nonton film horor. Setannya keluar tanpa henti setiap waktu. Cape nontonnya.

Introducing: Matauranga

Blog keroyokan yang tujuan dibuatnya sebagai media penyambung antara dosen dan anak IT semester 7 yang sedang menulis thesisnya. Berisikan segala macem update, reading paper dan software yang dibutuhkan untuk dalam konstruksi thesis kami. Idenya dari Kak Yayok dan Pak Alva.

Linknya sudah saya taruh di Blogroll section. Silahkan dibuka dan dilihat keadaannya. Page saya judulnya: Uul. Happy reading.

PS: Front pagenya boleh dicoret-coret ga sih? Gatel deh tangan ngeliat page kosong gitu.